Teriakin 2019 Ganti Presiden, PDIP Ancam Laporkan KPU dan Gerindra ke DKPP

Senin, 23 April 2018 - 19:09:30 WIB - Dibaca: 2590 kali

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja
Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja (Bawaslu RI)

Jambione.com, Jambi-Teriakan 2019 ganti presiden oleh loyalis Gerindra dalam pentas seni yang diselenggarakan KPU Jambi, membuat kubu PDI Perjuangan Jambi gerah.

Wasekjen PDIP Provinsi Jambi, Akmaluddin kepada awak media mengatakan bahwa kegiatan ini mencederai demokrasi Indonesia, mengingat ucapan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang resmi diselenggarakan oleh KPU.

“Tentu kita mengharapkan netralitas dari penyelenggara pemilu dan profesionalisme dalam penyelenggaraan kegiatan,” kata Akmal, Senin (23/4/2018) siang.

Menurut Akmal, kejadian tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi, jika KPU wanti. “Yang jelas ini sudah kelewatan dan kami akan laporkan Partai Gerindra dan KPU Provinsi Jambi selaku penyelenggara kegiatan ke DKPP. Karena ini jelas melanggar prinsip netralitas penyelenggara pemilu.

“Ini adalah etika yang harus kita junjung bersama, bahwa penyelenggara pemilu itu harus netral terhadap persoalan partai. Dan kejadian ini mencederai demokrasi yang kita junjung,” tegasnya.

Teriakan 2019 ganti presiden di acara resmi KPU Jambi dalam video berdurasi 21 detik mendadak viral. Video ini bahkan mendapat sorotan dari Bawaslu RI dan dinilai melanggar netralitas.

Bawaslu RI juga turut menyoroti soal video viral teriakan '2019 ganti presiden' di acara KPUD Jambi itu. Bawaslu mengatakan hal ini melanggar netralitas.

"Itu melanggar prinsip netralitas," ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja, saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2018).

Bawaslu RI juga telah berkomunikasi dengan Bawaslu Jambi terkait hal tersebut. Bawaslu Jambi diminta untuk menegur KPU Jambi.

"Kami sudah minta Bawaslu Jambi untuk menegur KPU (Jambi)," kata Bagja.(***)

Baca: Teriakan 2019 Ganti Presiden di Acara KPU Viral , Ini Pembelaan KPU Jambi



Tags:


BERITA BERIKUTNYA