Delegasi PT WKS Tak Hadiri Agenda Pertemuan, Wakil DPRD Tebo Kecewa

Rabu, 14 Oktober 2020 - 11:41:29 WIB - Dibaca: 130 kali

()

JAMBIRPIMA.COM, TEBO - Sejumlah perwakilan masyarakat, Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, yang tergabung dalam Kelompok Tani Sungai Landai Mandiri, didampingi oleh KPA Jambi, mendatangi gedung DPRD Tebo, Senin (13/10), terkait penggusuran lahan yang dilakukan oleh PT Wira Karya Sakti (PT WKS).

Dalam pertemuan yang sudah diagendakan oleh pihak DPRD Tebo, yang seharusnya dihadiri oleh kedua belah pihak, namun sangat disayangkan, delegasi dari pihak PT WKS tidak hadir pada pertemuan ini.

Menyikapi persoalan tersebut, Wakil Ketua II, DPRD Tebo, Syamsurizal angkat bicara terhadap ketidak hadiran pihak  PT WKS.

"Kita kecewa dengan sikap perusahaan, kemaren kita hubungi Kurniawan, katanya saat ini lagi lockdown karena banyak karyawan yang positif, minta disediakan fasilitas zoom meeting, kita sudah siapkan virtual zoom, tapi kita telpon tidak diangkat, katanya dia Swab, kita kecewa lah karena inikan persoalan mereka, kita DPR hanya ingin membantu, jangan sampai konflik yang kecil bisa membesar seperti di tahun 2008, sampai ada perusakan alat-alat mereka disana," cetus Iday, sapaan Syamsurizal.

Pertemuan tersebut, juga dihadiri oleh utusan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, OPD Dinas Pertanian Kabupaten Tebo, Camat Tengah Ilir, dan Pjs Kepala Desa Lubuk Mandarsyah.

Diketahui, Kronologis awal kejadian pada Minggu (27/09), Pada Pukul 09.22 WIB, Ibu-ibu anggota kelompok tani, Sungai Landai Mandiri, melakukan kegiatan penanaman bibit pisang di lokasi yang telah digusur oleh WKS. Tepat di sebelah lahan yang mereka tanami, ternyata masih ada  alat berat milik perusahaan yang sedang berkerja melakukan penggusuran. 

Pada Pukul 09.30 WIB, datang satu mobil strada warna silver, di dalam mobil tersebut terlihat pengawas lapangan PT WKS atas nama Pohan, Security dan anggota TNI.

Pada saat bersamaan, para petani yang terdiri dari ibu-ibu berusaha untuk mengusir alat berat yang sedang bekerja, aksi yang di lakukan para ibu-ibu tersebut, tidak di indahkan oleh pihak perusahaan. Sehingga terjadi penghalangan alat berat. 

Dalam aksi ini, para ibu-ibu melepaskan baju meraka hingga tinggal pakain dalamnya saja supaya alat tersebut stop bekerja.  Aksi ini pun dilakukan masyarakat tanpa berbuat anarkis.

Pada Pukul 12.04 WIB, datang aparat kepolisian dari Polsek Tengah Ilir, setibanya di lokasi, aparat tersebut berkomunikasi dengan para petani yang merupakan ibu-ibu ini. Melihat tidak adanya kejadian yang anarkis dari masyarakat, pihak kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa.





BERITA BERIKUTNYA
loading...