Diduga Tercemar Limbah PT Asiatik Persada, Sungai Kandang Desa Tanjung Lebar Tinggal Kenangan

Jumat, 16 Juli 2021 - 07:03:39 WIB - Dibaca: 98 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI - kondisi Sungai Kandang yang melewati unit 15,18,7,8 dan Desa Tanjung Lebar, Kabupaten Muaro Jambi, Sungai Kandang tersebut kini hanya tinggal kenangan.

Sungai yang biasa menjadi tempat pencarian dari warga desa Tanjung Lebar yang masih di domisili oleh SAD (suku anak dalam) kini tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Diduga sungai tersebut tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS), milik PT Asiatik Persada.

Semenjak terpilihnya kepala Desa Tanjung Lebar periode tahun 2016 sampai sekarang Rustam Efendi, Pemerintah Desa telah membuat peraturan sehingga aman dari setrum dan racun ikan dan bersyukur ikannya banyak, sehingga para pemancing dan pencari ikan dengan cara yang benar berhasil .

Kepala desa Tanjung Lebar Rustam Efendi mengatakan, Peraturan yang dibuat oleh pemdes Tanjung Lebar dirasakan langsung oleh desa tetangga seperti desa Muara Bahar Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, karna Sungai Kandang tersebut tempat mandi, dan juga airnya dapat di konsumsi oleh masyarakat.

Tapi yang sangat disayangkan sungai terjaga dari setrum dan racun ikan malah limbah yang datang selama ini sudah beberapa kali mencemari sungai, dengan keadaan airnya hitam pekat yg di duga dari perusahaan yang ada di hulu sungai yaitu PT Asiatik.

"Sejak beroperasi Pabrik Kelapa Sawit ini sungai dengan keadaan airnya hitam pekat, yang diduga dari perusahaan yang ada di hulu sungai yaitu PT Asiatik Persada atau BSU yang ijin operasional ada di Batang Hari, bahaya atau tidaknya limbah tersebut tetap merugikan masyarakat dan merusak atau menggangu ekosistem yang ada di dalamnya dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sungai tersebut," Terangnya.

Sementara itu dikatakan Kades, Warga berharap ada solusi dari pihak perusahaan, agar aliran sungai ini kembali seperti biasa.

"Kalau bisa ada solusi agar aliran sungai ini bisa dimanfaatkan lagi seperti sedia kala," harapnya.

"Sudah kita sampaikan keluhan warga Tanjung Lebar ke wakil bupati Muaro Jambi dan Kadis Lingkungan Hidup Muaro Jambi, namun belom ada tanggapannya," tutupnya.(sbh)





BERITA BERIKUTNYA