Sudah Tersedia Dana BOS, SDN 85/1 Sumber Rejo Suruh Wali Murid Fotokopi Buku Pelajaran

Jumat, 16 Juli 2021 - 18:10:16 WIB - Dibaca: 325 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Di tengah himpitan ekonomi dampak Covid-19, yang menjadikan Kabupaten Batanghari berstatus Zona merah, lagi-lagi tingkat pendidikan Dasar membuat orang tua siswa harus merogoh kantong untuk kebutuhan sekolah anak anak mereka. 

Hal tersebut terjadi pada SDN 85/1 Sumber Rejo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, di mana Buku paket pelajaran siswa harus foto kopi sendiri.

Ironis memang, Sementara Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tiap tahunnya, di mana keberadaan  BOS tersebut telah memprogramkan 1 siswa 1 Buku dengan Adanya pembelian buku pelajaran tiap tahunnya.

Informasih yang dihimpun, terdapat 3 item buku paket pelajaran terbitan Yudhistira itu baru selesai di fotokopi di counter foto kopi GGSP, tepatnya di Seberang Gedung Sekolah SDN 85/1 Sumber Rejo KM VI Muara Tembesi, Jalan Muara Bulian- Tembesi. 

Buku buku paket yang di fotokopi tersebut berupa Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti, Matematika, dan buku selamatkan lingkungan hidup.

pemilik toko fotokopi, Edi mengatakan kalau dirinya hanya memotokopi buku buku tersebut dari perorangan, bukan ada kerja sama dari pihak sekolah, tapi ironisnya, pesan singkat Grup whatsapp Anak Tembesi yang diduga dari pihak sekolah mengatakan.

 "Yang mau Fotokopi buku paket silakan datang ke fotokopi di depan SD 85," ungkapnnya.

Pesan whatsapp grup tersebut terkesan mengarahkan orang tua siswa pada satu toko fotokopi, ada apa? 

Guna konfirmasi, Kepsek SDN /1 Sumber Rejo, Saparuddin, S.Pd beberapa kali dihubungi wartawan lewat telepon selullar tidak mengangkat. 

Pada pesan whatsapp lainnya, wali kelas 4 B berinisial S  mengatakan kekurangan buku, sementara dana BOS sudah menjamin buku buku pelajaran buat peserta didik. 

"Kita kekurangan buku jadi, kalau mau fotokopi bae dengan catatan tidak dipaksa," kata pesan singkat grup whattsap tersebut

Sementara itu, Kabid Dikdas Ahmad Yani saat ditemui diruanganya mengatakan, seandainya sudah menyalahi aturan, masalah ini kita proses. 

"Di masa pademi covid-19, janganlah bebani siswa untuk mefotokopu buku pelajaran, menteri sudah mengatakan, mereka berlajar apa, jangan di pakso pakso lagi anak itu, " Pungkasnya. (Indra)





BERITA BERIKUTNYA