Oleh: Jaga Rudi (Posko 19 KKN Kebangsaan Delegasi Universitas Andalas)

POSKO 19 KKN KEBANGSAAN DISKUSI BERSAMA DANDIM 0419/TANJAB MENGENAI WAWASAN KEBANGSAAN, ISSU SOSIAL

Jumat, 06 Agustus 2021 - 14:41:06 WIB - Dibaca: 446 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, TANJABTIM - Peserta KKN Kebangsaan posko 19 desa Majelis hidayah dengan Bapak Dr. Ervan Johan Wicaksana, S.Pd., M.Pd.I selaku Dosen pembimbing lapangan mengadakan acara diskusi bersama bapak dandim 0419/Tanjab Bapak Letkol Inf. Erwan Susanto. Kegiatan tersebut dilaksanakan dirumah salah satu tokoh masyarakat Desa Majelis Hidayah bapak Azhar Syamsudin Abdullah, sebelumnya pak Dandim mengunjungi PT. Kaswari dalam rangka pemantauan kesiapan penanganan Karhutla. dalam diskusi yang dilakukan pak azhar yang akrab disapa masyarakat menyatakan beberapa wejangan dalam bentuk pepatah adat kepada para mahasiswa peserta KKN Kebangsaan 2021 yaitu dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, dimana tembilang dicacak disitu tanaman tumbuh artinya mahasiswa peserta KKN harus mengikuti adat dan kebiasaan masyarakat setempat, selanjutnya beliau juga menyampaikan kecik tapak tangan, nyiru kami tadahkan, kecik nyiru halaman kami sapukan artinya masyarakat desa sangat berterima kasih atas kedatangan mahasiswa KKN Kebangsaan. Dalam kesempatan yang bersamaan Bapak Komandan Kodim (Dandim) 0419/Tanjab Letkol Inf. Erwan susanto menyampaikan mengenai wawasan kebangsaan sembari berdiskusi dengan mahasiswa, dengan tegas beliau menyatakan bahwa wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme harus ditanamkan sejak dini kepada masyarakat sehingga dapat tertanam dalam jiwa dan perbuatan sehari-hari, mengingat sebentar lagi momen peringatan kemerdekaan Indonesia yang bertepatan pada tanggal 17 Agustus. Lebih lanjut sambil berdiskusi santai beliau menyampaikan juga masalah issu sosial dan  kebudayaan bahwa sebagai mahasiswa peserta KKN mahasiswa harus dapat berbaur dengan masyarakat dan harus membumi sehingga apapun permasalahan yang dihadapi dilokasi KKN dapat diselesaikan bersama dengan masyarakat setempat. 

Sebagai informasi bahwa KKN Kebangsaan merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara nasional, dan tahun ini Universitas Jambi selaku tuan rumah  menyiapkan dua lokasi yaitu kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Mengutip dari buku petunjuk yang disampaikan oleh Universitas Jambi Kuliah Kerja Nyata (KKN) muncul dari kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan dapat memanfaatkan sebagai waktu belajarnya untuk membantu memecahkan masalah dan melaksanakan pembangunan didalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ajang bermasyarakat secara berkelompok dengan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu. Dari pengalaman menunjukkan bahwa peranan mahasiswa dalam berbagai kegiatan telah memberikan bukti-bukti serta memperkaya akan arti dan peran mahasiswa sebagai tenaga kerja terdidik dalam berbagai aspek kegiatan pembangunan.

Sebelumnya pembukaan KKN Kebangsaan langsung dibuka oleh Gubernur jambi Dr. H. Al haris., S.sos.,MH dibalairung Universitas Jambi pada tanggal 24 Juli 2021, dalam sambutan beliau berpesan mahasiswa peserta KKN harus turut andil dalam penyampaian protokol kesehatan di Desa, selain itu beliau menyampaikan agar mahasiswa dapat memberikan inovasi untuk peningkatan perekonomian desa sesuai bidang masing-masing. Adapun tema KKN Kebangsaan tahun ini adalah “Membangkitkan Nilai-nilai kebangsaan dan Kebersamaan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis Agroindustri.” Dari tema tersebut maka dapat diejawantahkan dengan beberapa program seperti penguatan kelembagaan desa, pengentasan kemiskinan dengan mengembangkan program pemberdayaan melalui inovasi dan kreatifitas desa, pengembangan pariwisata berbasis kearifan local, pengembangan potensi pertanian, penanggulangan mitigasi bencana, pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak covid-19. 

Lebih lanjut dalam diskusi bersama Dandim Tanjab beliau tak lupa berpesan kepada mahasiswa agar memiliki program yang berkesan kepada masyarakat setempat sehingga saat pulang nanti ada yang dikenang bukan hanya pergi tanpa kesan saja. Sebagai penutup pak azhar yang kebetulan juga sebagai cucu pejuang veteran kemerdekaan desa majelis hidayah berpesan agar mahasiswa menjaga etika dan sikap terutama kepada sesama dan masyarakat sekitar agar dapat meninggalkan nama baik dikemudian hari. (*)

 





BERITA BERIKUTNYA