Capaian Vaksinasi COVID-19 di 55 Desa se Kerinci Rendah

Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:46:06 WIB - Dibaca: 65 kali

Pj Sekda Kerinci, Asraf saat diwawancarai awak media (Foto: Saudi-jambiprima.com)
Pj Sekda Kerinci, Asraf saat diwawancarai awak media (Foto: Saudi-jambiprima.com) ()

JAMBIPRIMA.COM, KERINCI - Sejumlah desa dalam kabupaten Kerinci, masih cukup rendah tingkat vaksinasi di masyarakat, dimana persentase realisasi vaksinasi Covid-19 dibawah 50 Persen.

Hal tersebut, terungkap saat pelaksanaan Briefing bersama tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat Kabupaten Kerinci, yang dipimpin PJ Sekda Kerinci, Asraf, di halaman Kantor Bupati Kerinci, pada Selasa siang (12/10). 

Dari Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, terdapat 55 desa dari 285 desa yang ada dikabupaten Kerinci, tingkat Vaksinasi masih dibawah 50 persen. 

Pj Sekda Kerinci, Asraf, usai mengikuti Briefing Covid-19, pada Selasa (12/10) menyampaikan bahwa angka kasus Covid-19 di kabupaten Kerinci terus menunjukan angka penurunan yang cukup drastis setiap harinya. 

"Hingga hari ini hanya tersisa 1 warga Kerinci yang menjalani Isolasi di Rumah Sakit, sedangkan Isolasi Mandiri kosong,"ungkapnya kemarin. 

Dia mengatakan bahwa pihak terus menggejot vaksinsi kepada masyarakat, agar menghilangkan kasus Covid-19 di kabupaten Kerinci sehingga menjadi zona Hijau. 

"Saat ini datanya terdapat 55 desa di Kerinci yang tingkat vaksinnya dibawah 50 persen, yang hampir merata disetiap kecamatan, kadang ada 1 puskesmas Tiga desa yang rendah," sebutnya.

Terkait dengan masih rendah tingkat vaksinasi di 55 desa di kabupaten Kerinci, pihaknya akan melaksanakan Vaksinasi serentak di 55 desa tersebut, yang direncanakan pada Jum'at mendatang (15/10).

"Sisa stok vaksinkan kita sekitar 6.737 dosis, akan kita habis dalam minggu ini, dengan gerakan vaksinasi Massal serentak terhadap desa yang rendah vaksinasi itu,"ucapnya. 

Dirinya berharap Sisa stok dosis vaksin tersebut, bisa habis dengan adanya gerakan Massal vaksinasi di 55 desa dalam kabupaten Kerinci. "Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan jangan minta dulu dosis Vaksin ke Provinsi, kalau sudah habis baru ajukan untuk penambahan,"tuturnya. (Bdu)





BERITA BERIKUTNYA