27 Pegawai Kota Jambi Tanpa Keterangan, TPP Bakal Dipotong 10 Persen

Selasa, 10 Mei 2022 - 12:28:15 WIB - Dibaca: 204 kali

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana Saat sidak terhadap Kehadiran ASN setelah libur Idul fitri (foto:istimewa)
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana Saat sidak terhadap Kehadiran ASN setelah libur Idul fitri (foto:istimewa) ()

JAMBIPRIMA.COM, KOTA  JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi Maulana melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah libur hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah secara online.

“Tahun ini sengaja kita lakukan sidak secara online, karena ASN kita telah menerapkan absen elektronik dengan retina mata,” kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, Senin (9/5).

Selain itu sidak secara online tersebut dilakukan guna menghemat waktu, dan sidak secara online tersebut dirasa lebih efektif dan efisien, apalagi ditengah situasi pandemi seperti sekarang. Dimana masih menerakan protokol kesehatan Covid-19, social distancing dan physical distancing.

Maulana memantau kehadiran ASN di hari pertama kerja melalui media Zoom Meeting. Namun sebelumnya, absensi seluruh ASN Kota Jambi telah direkap terlebih dahulu melalui Sistem Informasi Absensi Pegawai (SIAP), sehingga kehadiran seluruh ASN yang berdinas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah terpantau melalui sistem tersebut.

Bahkan saat Vidcon berlangsung, data absensi secara otomatis tercatat dan terbuka melalui sistem itu, sehingga ASN yang terlambat absen langsung terpantau. Melalui Vidcon yang terhubung dengan kepala OPD itu, Maulana juga menanyakan langsung alasan ketidakhadiran serta melakukan evaluasi berbagai program dan kegiatan OPD. 

Pada sidak ASN kali ini, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha juga memantau langsung melalui zoom meeting. Sebab, ia tengah berada di Copenhagen, Denmark. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan yang bergabung melalui Zoom Meeting, karena tengah berada di Australia. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha meminta agar tak ada pegawai yang menambah libur, apalagi tanpa keterangan.

"Yang dibolehkan sakit, dengan dibuktikan dengan surat keterangan. Kecuali berobat, atau umroh. Sanksi bagi yang tidak masuk, tanpa keterangan adalah menunda kenaikan pangkat sampai 1 tahun, lalu kenaikan gaji berkala selama 1 tahun. Tapi kita buat kesepakatan yang tidak masuk hari ini (Senin, red) Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kita potong 10 persen. Lalu kalau dua hari tidak masuk kita potong 20 persen, begitu seterusnya. Saya minta BKPSDMD untuk mencatat dan melaksanakan instruksi tersebut," ujarnya.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menegaskan bahwa pada awal masuk kerja pasca libur lebaran, sebanyak 1.660 pegawai masuk tepat waktu atau 81,05 persen. Kemudian yang terlambat 0-15 menit sebanyak 10,40 persen. 

"Artinya pegawai kita yang hadir pada hari pertama kerja ini diatas 90 persen," kata Maulana. 

Maulana menambahkan, pegawai yang cuti sesuai dengan regulasi ada sebanyak 35 orang atau 1,71 persen. "Yang tanpa keterangan 27 orang," katanya.

Nantinya pihak BKPSDMD kota Jambi akan terus mengontrol keberadaan pegawai yang tanpa keterangan tersebut. Ia juga mengingatkan, agar tak ada instansi yang menggelar halal bi halal di jam kerja.

 "Mudah-mudahan nanti terkonfirmasi. Secara umum tingkat kedisiplinan pegawai kita meningkat, diatas 90 persen," katanya.

Sebagai tambahan informasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi saat sidak kehadiran pegawai secara online itu melaporkan, jika 8 (delapan) pegawainya tidak hadir. Empat diantaranya beralasan sakit, satu pegawai umroh, satu pegawai cuti melahirkan, dan dua orang tengah perjalanan menuju kantor. 

"Total ada 20 pegawai Disdik yang terlambat," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar mengatakan, dari total 103 orang pegawai Diskominfo, yang terdiri dari 37 Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan 66 orang ASN hadir pada hari pertama kerja pasca libur lebaran. 

"Ada lima orang pegawai yang ambil cuti tahunan, dan hanya ada satu yang terlambat," pungkasnya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA