Kemenkes Belum Bayar Klaim Pelayanan Pasien Covid-19 di RSUD Abdul Manap Kota Jambi

Rabu, 11 Mei 2022 - 11:29:31 WIB - Dibaca: 186 kali

Ilustrasi Covid-19  (foto: net)
Ilustrasi Covid-19 (foto: net) ()

 JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Hingga saat ini, piutang Kemenkes RI terhadap klaim pelayanan pasien Covid-19 di RSUD H Abdul Manap belum dibayarkan sejak tahun lalu. Tentu saja hal ini dianggap merugikan oleh pihak rumah sakit milik Pemkot Jambi ini.

Belum diketahui pasti alasan piutang ini belum dibayarkan. Namun Wakil Wali Kota Jambi, Maulana berharap piutang ini dapat segera dibayarkan.

Memang dijelaskan Maulan, kewenangan verivikasi klaim tersebut berada di Kemenkes RI. Meski begitu, Maulana mengaku sudah mengirimkan berbagai dokumen keperluan pembayaran klaim tersebut. “Kita akan terus berkoordinasi dengan Kemenkes. Itu harus dibayar, karena pelayanan sudah kita lakukan,” jelas Maulana.

Lanjut Maulana, memang antrean klaim tersebut sangat panjang. Sebab melibatkan seluruh Indonesia. Meski begitu, ia berharap Kemenkes RI dapat segera membayarkan piutang tersebut. “Karena tunggakan obat sudah sangat tinggi,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, efek dari piutang yang belum dibayarkan oleh Kemenkes RI terhadap RSUD Abdul Manap, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha beberapa waktu lalu, memberi pilihan agar, manajemen rumah sakit tersebut meminjam uang di Bank Jambi.

Untuk diketahui, RSUD Haji Abdul Manap (RSUD HAM), yang menjadi salah satu rujukan perawatan Covid-19, mengaku hingga kini belum menerima pembayaran klaim senilai Rp 21 miliar.

Menurutnya Fasha, kondisi itu terjadi bukan hanya kota Jambi saja, akan tetapi seluruh Indonesia. 

"Saya sudah menyurati Dirjen Pelayanan Kesehatan terkait piutang RSUD HAM ini yang jumlah cukup besar. Sehingga kondisi RSUD HAM saat ini mengkhawatirkan untuk operasionalnya,” jelasnya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA