Diduga Jual Minyak Goreng Diatas Harga HET, Pemilik Gudang Malah Sebut Suaminya Kerja di Disperindag

Kamis, 23 Juni 2022 - 11:31:34 WIB - Dibaca: 213 kali

Ilustrasi
Ilustrasi ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Ditengah - tengah getolnya Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) memberantas para Mafia Minyak Goreng, ternyata muncul pula dugaan ada Mafia Minyak goreng yang memiliki gudang di Perumahan Ravlesia Residence 1 di jalan 4 Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. 

Dilangsir dari Teboonline.id, pada Rabu (22/06/2022) di gudang minyak goreng curah tersebut yang diduga milik seorang Ibu Rumah Tangga berinisial Ar. Tampak beberapa orang sedang menurunkan Minyak Goreng curah dari sebuah Truk Tronton berkapasitas 18.000 liter.

Ada beberapa kejanggalan yang ditemui oleh pada gudang minyak goreng curah tersebut. Pertama, ada beberapa regulasi yang janggal terkait suplay minyak goreng curah dengan jumlah partai besar pada gudang minyak goreng tersebut, sebagaimana dikutip dari Teboonline.id.

Disini, ada ketidakkewajaran apabila gudang tersebut mendapatkan suplai minyak goreng curah yang cukup besar dan ada dugaan penimbunan minyak goreng curah pada gudang tersebut.

Kedua, gudang minyak goreng curah tersebut menjual minyak goreng kepada tengkulak dengan jumlah besar yang seharusnya gudang tersebut menjual 200 liter ke toko atau ke warga sekitar.

Ketiga, gudang milik Ar tersebut menjual dengan harga Rp 15.000/kg yang seharusnya gudang tersebut menjual dengan harga Rp 14.000/kg. Jelas ini merupakan pelanggaran.

Keempat, gudang minyak goreng curah tersebut diduga tidak memiliki izin atau ilegal baik itu izin dari Pemerintah maupun izin dari lingkungan sekitarnya.

Kelima, warga perumahan sekitar gudang minyak goreng diduga ilegal tersebut mengeluh dikarenakan gudang tersebut berada diperumahan padat penduduk yang lokasi rumahnya sangat berdekatan dan truk tronton pengangkut minyak goreng tersebut melebihi tonase karena jalan yang dilalui merupakan jalan lingkungan.

Sementara, saat dikonfirmasi Teboonline.id terkait izin, Ar pemilik gudang minyak goreng tersebut tidak dapat menunjukan legalitas gudang tersebut. Dikatakannya bahwa ia menjual dengan harga Rp 15.000/kg.

"Aku jual minyak goreng Rp 15.000, itu suamiku orang Perindag juga," sebut Ar saat dikonfirmasi, Rabu (22/06/2022).

Sementara itu, Ketua RT perumahan  Ravlesia Residence 1 di jalan 4 Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Taufik menyebutkan bahwa gudang minyak goreng milik Ari belum ada izin lingkungan dan warga sudah mengeluh dengan adanya gudang tersebut.

Kabid Pasar Dinas Nakertrans dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Tebo, Edi Sofyan menyebutkan bahwa harga minyak goreng curah Rp 15.000/kg itu harga di toko dijual ke masyarakat. Sementara, kalau gudang seharusnya itu menjual dengan HET Rp 14.000/kg. Tidak boleh lebih.

Edi pun membenarkan bahwa legalitas gudang minyak goreng curah milik Ar di perumahaan jalan 4 Wirotho Agung tersebut belum ada. (crew)

Sumber: Teboonline.id




BERITA BERIKUTNYA