JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Pemerintah Kota Jambi mendorong masyarakat agar mulai mengembangkan tanaman hidroponik, karena lahan di perkotaan sudah semakin menyempit.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, menanam dengan metode hidroponik ini tidak memerlukan lahan yang luas dan sangat cocok dikembangkan di wilayah perkotaan. Selain itu juga bisa menghemat pengeluaran keluarga untuk membeli sayur-sayuran,cabai, atau lainnya.
"Media tanamnya bisa di halaman teras rumah dengan memanfaatkan barang bekas seperti memakai kotak plastik (Styrofoam)," kata Maulana saat Panen Raya Penanaman Sayur Hidroponik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Parma Organik, Senin (20/2).
Hidroponik kata Maulana adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Beberapa tanaman yang bisa ditanam dengan media hidroponik diantaranya adalah sawi, kangkung, selada, bayam atau lainnya.
"Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien," katanya.
Pihaknya mengaku terus mensosialisasikan kepada warga untuk menanam dengan metode hidroponik, dengan memanfaatkan pekarangan rumah karena lahan untuk menanam sudah minim.
"Pemerintah akan memberikan bantuan kepada kelompok tani. Bisa mengajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, karena kita tahu, tekhnik budidaya secara hidroponik ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Pemerintah akan membantu secara kelompok, bukan individu,".
"Kalau sudah dikembangkan setidaknya ke depan bisa memenuhi kebutuhan sayur bagi keluarganya, disamping itu juga sebagai upaya penghijauan juga. Ke depan kita berencana membuat sentra pertanian yang bebas bahan kimia seperti pestisida, pupuk, tapi nanti bisa kita menggunakan pupuk alami seperti kompos," katanya.
Di Kota Jambi, saat ini terdapat beberapa kelompok tani pengembangan tanaman hidroponik itu diantaranya di Telanaipura dan di kawasan Pal Merah yang sudah terdapat "green house" dengan berbagai tanaman sayur-sayuran.
Sementara itu, Plt Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Moncar mengatakan program ini ketika diperkenalkan direspons sangat baik oleh masyarakat, karena kualitas tanaman lebih bagus tidak menggunakan tanah dan pupuk maupun pestisida bahan kimia.
Bupati Pimpin Rakor Supervisi Atas Evaluasi Perencanaan dan Pembangunan Pemda Tanjab Barat
Wabup Tanjab Barat Hadiri Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Al-Ummah
Bupati Tanjab Barat Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023
Proses Evakuasi Kapolda Jambi untuk Helikopter Kedua Terkendala Cuaca
Helikopter yang Ditumpangi Kapolda Jambi Kecelakaan di Hutan Kerinci