Fraksi Golkar Soroti Rendahnya Target PAD 2024

Rabu, 13 September 2023 - 11:12:12 WIB - Dibaca: 1051 kali

Fraksi Golkar Soroti Rendahnya Target PAD 2024
Fraksi Golkar Soroti Rendahnya Target PAD 2024 (Foto: jambiprima.com/Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jambi menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan naik hanya 5,72 persen pada tahun 2024. Padahal seyogyanya PAD Kota Jambi bisa digenjot hingga 7 persen pada 2024. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Partai Golkar DPRD Kota Jambi, Syaiful pada Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Ranperda APBD Tahun 2024, Selasa (12/9/2023).

Kata dia, dengan berkaca dari tahun 2023 ini, Pemkot Jambi mentargetkan PAD sebesar Rp541,8 miliar pada APBD-P 2023, naik sebesar Rp25,7 miliar atau sebesar 5 persen dibandingkan dengan target PAD pada APBD murni tahun 2023 yaitu sebesar Rp515,3 miliar. 

"Estimasi kami masih bisa digenjot hingga Rp600 miliar. Tentunya dengan cara - cara yang inovatif dan kreatif. LPJU saja itu bisa diangka Rp74 miliar. Terminal truk itu sehari bisa 8.000 kendaraan, karena ada angkutan batu-bara. Intinya kami minta gali PAD sesuai ketentuan perundang-undangan," kata Syaiful.

Sementara hampir semua fraksi DPRD Kota Jambi menyoroti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Darah (DID) yang tidak dimasukkan dalam komponen APBD 2024. Padahal sebentar lagi akan dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar). "Apakah ini nantinya akan berpengaruh pada postur APBD Kota JAmbi 2024 nantinya," kata Frans Sugama Tambunan, Jubir Partai PDIP DPRD Kota Jambi.

sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa pertanyaan dari masing-masing fraksi ini akan dijawab pada Rabu (13/9/2023) pada paripurna Jawaban Eksekutif. Sementara mengenai tidak dimasukkan unsur dana DAK dan DID, karena Pemkot Jambi belum mendapatkan angka pasti dari pemerintah pusat. 

"JAdi kita tidak berani memasukkan, karena petunjuk dari pusat belum ada, berapa angkanya. Mudah-mudahan dalam dua minggu kedepan ini ada, kalaupun tidak, kami akan memakai angka tahun 2023," katanya.**





BERITA BERIKUTNYA