Bangunan Jambi City Center Masih Terbengkalai

Rabu, 07 Februari 2024 - 16:04:27 WIB - Dibaca: 751 kali

Kondisi Bangunan Jambi City Center yang masih terbengkalai
Kondisi Bangunan Jambi City Center yang masih terbengkalai ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Manajemen Jambi City Center (JCC) yang berada di Eks Terminal Simpang Kawat diketahui telah mengajukan adendum beberapa waktu lalu. Namun belum direspon oleh pemerintah kota Jambi, dikarenakan pihak manajemen belum bersurat secara resmi. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu kota Jambi, Yon Heri, Selasa (6/2/2024).

"Pemkot Jambi sudah ada konsultasi dengan BPKP Provinsi Jambi, dan sudah ada beberapa petunjuk. Tapi kita menunggu konsolidasi dari pengalihan managemen, dari sebelumnya PT Bliss Properti Indonesia ke Group Sinarmas. Jadi masih menunggu konsolidasi dua perusahaan itu. Kasarnya mungkin ada perjanjian-perjanjian yang belum selesai," jelasnya.

Setelah take over itu selesai, pemerintah kota Jambi baru akan memberikan respon terkait pengajuan adendum tersebut. 

"Nanti baru akan kita kasih tahu poin-poin apa saja yang harus dipenuhi dalam adendum tersebut. Misalnya terkait pembayaran kontribusi. Mungkin kalau sebatas dia (perusahaan) punya performance yang bagus ke depan, mungkin bisa diberikan rescheduling penjadwalan ulang artinya bukan menghilangkan, tapi mungkin ditunda," katanya.

Akan tetapi sejauh ini belum ada surat resmi dari PT Bliss Properti Indonesia ke Pemkot Jambi mengenai permohonan adendum tersebut. Sehingga Pemkot Jambi belum bisa memberikan pendapat yang lebih mendalam.

"Kami dari pemerintah kota Jambi sendiri ada desakan agar manajemen JCC tersebut segera mengeksekusi. Karena waktu perjanjian BOT yang diperjanjikan semakin lama akan semakin berkurang.l," tambahnya.

Berdasarkan sepengetahuannya, manajemen JCC sudah membayarkan kontribusi sebesar Rp7,5 miliar kepada pemerintah kota Jambi

"Jadi kita tidak bisa ujug-ujug langsung memutuskan secara sepihak, karena mereka sudah membayarkan kontribusi, sehingga Pemerintah Kota Jambi bersama dengan manajemen JCC akan mencari solusi yang terbaik," tuturnya.

Sementara saat ditanya mengenai deadline bagi manajemen JCC untuk menyelesaikan persoalannya, Yon Heri mengatakan pemerintah kota Jambi belum memberikan deadline.

"Waktu masih di jamannya Pak Syarif Fasha kami sudah pernah melakukan pertemuan kecil dengan manajemen JCC. Saat itu mereka meminta waktu untuk dilakukan adendum, akan tetapi saat itu kami minta mereka bersurat secara resmi. Jadi kalau sudah ada surat resminya, kita akan konsultasi ulang ke BPKP. Kalau sekarang kita konsultasikan belum bisa, karena surat resminya belum ada. Poin-poin apa saja yang diminta dalam adendum itu tidak tahu persis," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Jambi digadang-gadang akan mendapat kontribusi Rp85 Miliar dari Jambi City Center (JCC), Simpang Kawat. Kontribusi tersebut didapat Pemkot dari BOT JCC yang disepakati selama 30 tahun.

Pemkot Jambi akan menerima kontribusi secara bertahap. Tahap pertama, Pemerintah mendapat Rp7,5 Miliar untuk 5 tahun awal, pada tahun keenam hingga tahun ke 15, Pemkot Jambi akan mendapatkan Rp25 Miliar, dan tahun ke-16 hingga akhir BOT, pemkot mendapatkan Rp52,5 Miliar.

Kontribusi tahap pertama sebesar Rp7,5 Miliar disebut sudah masuk ke kas daerah pada tahun 2016.

Didalam laporan keuangan PT Bliss Properti Indonesia tahun 2022 yang diakses pada Selasa, 7 November 2023 lalu, tercatat pada 2016 lalu, telah dilakukan gorund breaking pembangunan mall Jambi City Center di eks Terminal Simpang Kawat tersebut. 

Pada 2018, perusahaan dibawah naungan The Blacksteel tersebut telah melakukan soft launcing. Namun, hingga kini tak kunjung beroperasi.(***)





BERITA BERIKUTNYA