Tak menyerah pada cuaca, BUMDES kemantan panen jagung di tengah ujian alam

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:45:50 WIB - Dibaca: 1779 kali

Pengurus BUMDes Rumpun Arta saat memanen jagung di lahan ketahanan pangan Desa Kemantan, meski sempat terdampak kemarau panjang, panen tetap memberi harapan bagi masyarakat.
Pengurus BUMDes Rumpun Arta saat memanen jagung di lahan ketahanan pangan Desa Kemantan, meski sempat terdampak kemarau panjang, panen tetap memberi harapan bagi masyarakat. (San)

JAMBIPRIMA.COM,. TEBO - Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rumpun Arta di Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, membuahkan hasil di tengah tantangan alam. Pada Minggu, 21 Desember 2025, BUMDes melaksanakan panen jagung dari lahan seluas 2 hektare yang mulai ditanami sejak 9 September 2025 lalu.

Lahan jagung tersebut berada di kawasan Dusun Sungai Kemantan dan dinilai cukup strategis karena berada tidak jauh dari permukiman warga. Selain memudahkan pengawasan dan pengelolaan, lokasi ini juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai kawasan pertanian desa ke depan.

Namun keberhasilan panen kali ini tidak diraih dengan mudah. Sejak awal masa tanam, tanaman jagung harus berjuang menghadapi kemarau panjang dan rendahnya curah hujan. Tanah yang kering dan minimnya suplai air membuat pertumbuhan jagung tidak merata. Sebagian tanaman tumbuh baik, sementara sebagian lainnya tidak berkembang maksimal. Ironisnya, saat memasuki masa panen, hujan baru turun sehingga tidak banyak memberi dampak terhadap peningkatan hasil produksi.

Bendahara BUMDes Desa Kemantan, Syamsuddin, menjelaskan bahwa secara hitungan normal, lahan jagung seluas 2 hektare seharusnya mampu menghasilkan sekitar 20 ton jagung dengan estimasi 10 ton per hektare. Namun kondisi cuaca ekstrem membuat hasil panen kali ini belum sepenuhnya mencapai target yang telah direncanakan.

“Bibit jagung yang kami gunakan adalah bibit unggulan dan semua dikelola langsung oleh pengurus BUMDes. Tapi kemarau panjang pada awal masa tanam sangat memengaruhi hasil yang kami dapatkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur BUMDes Rumpun Arta, Hj Faisal. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi salah satu fokus utama BUMDes dalam meningkatkan perekonomian desa. Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini merupakan langkah awal yang akan terus dikembangkan.

“Melalui sektor pertanian inilah kami ingin membantu meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Ke depan, lahan ini akan kami kelola lebih baik lagi agar hasilnya semakin optimal,” tegasnya.

Hj Faisal juga menyebutkan bahwa hingga kini hasil panen belum dihitung secara keseluruhan. Meski demikian, BUMDes tetap berharap produksi jagung yang diperoleh mampu mendekati target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Walaupun hasil belum kami rekap penuh, kami tetap berharap panen kali ini mampu mengimbangi target. Mudah-mudahan hasilnya stabil dan tetap memuaskan, meskipun masa tanam kemarin dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat,” tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan ke depan, BUMDes Rumpun Arta berencana melakukan evaluasi lebih matang, termasuk memperhatikan informasi dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum menentukan jadwal tanam. Dengan persiapan yang lebih baik, diharapkan risiko kegagalan akibat iklim dapat diminimalkan dan hasil produksi pertanian desa semakin meningkat.

Meski hasil panen kali ini belum sepenuhnya sesuai harapan, semangat BUMDes Kemantan tidak surut. Dengan optimisme, perencanaan yang matang, serta pengelolaan yang berkelanjutan, program ketahanan pangan desa diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (San)





BERITA BERIKUTNYA