BPK Pastikan Proyek Tanggul Rp20,4 Miliar di Pagar Puding Nihil Temuan

Selasa, 09 Juni 2026 - 09:49:23 WIB - Dibaca: 217 kali

Komisi III DPRD Tebo saat Sidak beberapa bulan yang lalu.
Komisi III DPRD Tebo saat Sidak beberapa bulan yang lalu. (Dok. Jambiprima.com)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) tanggul sungai serta rigid beton di Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, yang bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp20,4 miliar, dipastikan tidak memiliki temuan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi.

Kepastian tersebut disampaikan Inspektorat Kabupaten Tebo setelah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Tahun 2026. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan terhadap proyek strategis penanggulangan bencana tersebut, tidak ditemukan adanya kerugian negara maupun penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Kasubbag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kabupaten Tebo, Agustiawan, mengatakan bahwa proyek hibah BNPB yang dilaksanakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo tersebut memperoleh hasil pemeriksaan yang baik.

“Berdasarkan LHP BPK Tahun 2026, pekerjaan hibah dari BNPB di Desa Pagar Puding tidak ada temuan. Nilainya nol rupiah,” ujar Agustiawan saat dikonfirmasi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan adanya temuan dalam proyek pembangunan tanggul dan rigid beton yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Belakangan beredar informasi yang menyebutkan bahwa proyek tersebut memiliki temuan sekitar Rp16 juta. Namun, informasi tersebut dibantah oleh pihak Inspektorat karena tidak sesuai dengan hasil audit resmi yang tertuang dalam LHP BPK.

“Iya, kami baru menerima LHP beberapa waktu lalu. Sampai saat ini juga belum ada rekomendasi tindak lanjut yang disampaikan kepada masing-masing OPD. Untuk proyek yang dikelola BPBD tersebut tidak ada temuan,” tegasnya.

Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi tanggul sungai di Desa Pagar Puding sendiri merupakan salah satu program penanganan pascabencana yang didanai melalui hibah BNPB. Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana, melindungi kawasan permukiman warga dari ancaman abrasi dan banjir sungai, serta menjaga stabilitas lingkungan di wilayah yang rawan terdampak bencana.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengaku hingga saat ini belum menerima informasi resmi maupun rekomendasi tindak lanjut dari Inspektorat terkait hasil pemeriksaan BPK tersebut. Meski demikian, ia mengaku bersyukur setelah memperoleh informasi bahwa proyek yang dilaksanakan pihaknya tidak memiliki temuan.

“Informasinya memang tidak ada temuan dalam LHP BPK. Alhamdulillah. Namun sampai sekarang kami juga belum menerima rekomendasi tindak lanjut dari Inspektorat,” kata Joko.

Joko juga mengaku tidak mengetahui adanya isu yang sempat beredar terkait dugaan temuan senilai Rp16 juta pada proyek tersebut. Menurutnya, selama ini pihak BPBD fokus menjalankan program sesuai ketentuan yang berlaku dan menunggu hasil resmi dari lembaga pemeriksa.

“Saya belum mendengar isu mengenai temuan Rp16 juta itu. Saat ini kami masih menunggu penyampaian resmi dari Inspektorat. Kalau memang ada temuan tentu akan kami tindak lanjuti, tetapi berdasarkan informasi yang kami terima tidak ada temuan,” ujarnya.

Dengan hasil audit yang menyatakan nihil temuan, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi tanggul sungai serta rigid beton di Desa Pagar Puding dinilai telah dilaksanakan sesuai ketentuan administrasi dan teknis yang berlaku. Hasil pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penggunaan dana hibah BNPB senilai Rp20,4 miliar telah melalui pengawasan dan pemeriksaan yang ketat oleh lembaga auditor negara.

Ke depan, pemerintah daerah berharap infrastruktur yang telah dibangun melalui program hibah BNPB tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko bencana dan melindungi kawasan permukiman warga di Kecamatan Tebo Ulu. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA