JAMBIPRIMA.COM, TEBO — Bagi Abu Bakar, lahan kacang panjang di Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, bukan sekadar hamparan tanaman yang menunggu waktu panen. Keberhasilan budidaya sangat bergantung pada ketelitian dalam merawat tanaman sejak masa pertumbuhan hingga menghasilkan polong yang layak dipanen. Karena itu, pemantauan kondisi tanaman menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan, dan kegiatan pendampingan tersebut dilakukan pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kondisi pertumbuhan tanaman menjadi perhatian Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal, Sertu Khairul Asri, saat melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus pendampingan kepada Abu Bakar di lahan pertaniannya.
Pendampingan dilakukan dengan melihat langsung perkembangan tanaman kacang panjang, termasuk kondisi tanaman dan lingkungan di sekitar lahan. Pemeriksaan lapangan tersebut menjadi langkah antisipasi agar gangguan yang berpotensi menurunkan produktivitas dapat diketahui lebih awal.
Bagi petani, pemantauan semacam ini memiliki arti penting. Tanaman yang terlihat tumbuh dengan baik tetap membutuhkan perawatan secara rutin. Kebersihan lingkungan lahan juga perlu dijaga agar kondisi pertanaman tetap mendukung pertumbuhan kacang panjang.
“Perawatan tanaman ini tidak memerlukan proses yang banyak. Diharapkan agar kondisi lingkungan tetap bersih sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujar Sertu Khairul Asri.
Menurutnya, pendampingan kepada petani tidak hanya dilakukan pada tanaman kacang panjang. Babinsa juga rutin memberikan pendampingan kepada petani yang mengembangkan berbagai jenis tanaman lainnya di wilayah binaan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah. Petani menjadi salah satu ujung tombak karena keberhasilan produksi pangan di tingkat masyarakat sangat bergantung pada kemampuan petani dalam mengelola dan merawat lahan.
Bagi Abu Bakar, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian memberikan dukungan tersendiri. Pendampingan secara langsung membuat kondisi tanaman dapat menjadi perhatian bersama, sekaligus menjadi ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Babinsa atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan kepada para petani.
Bagi petani, perhatian semacam itu penting karena persoalan di lahan sering kali harus dihadapi secara langsung dan cepat. Tanaman yang mengalami gangguan tidak dapat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan.
Pendampingan tersebut pada akhirnya bukan hanya soal memantau tanaman kacang panjang. Lebih jauh, kegiatan itu menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat petani melalui perawatan tanaman, menjaga kebersihan lahan, mencegah gangguan hama dan penyakit, serta memastikan tanaman dapat tumbuh secara optimal hingga masa panen. (San)
Bukan Sekadar Panen, Babinsa dan Petani Embacang Gedang Bangun Ketahanan Pangan dari Sawah
BAZNAS Tebo Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dua Wilayah
ISPA Dominasi Kasus di Kota Jambi, Tembus 6.508 Pasien di Tengah Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
PKS Jambi Perkuat Komunikasi dengan Bupati Muaro Jambi, Bahas Sinergi Pelayanan Masyarakat
Kebakaran Lahan di Kilometer 14 Tebo, Warga Khawatir Api Menjalar ke Kebun Sawit
62 Titik Hotspot Terdeteksi di Tebo, Dominan di Kecamatan Sumay
Monitoring Sawah di Pulau Jelmu: Babinsa dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan dari Lahan