Marak Pelangsir, Dewan Sarankan Mobil Kuita 200 L tak Boleh Isi Solar dalam Kota Jambi

Selasa, 26 Desember 2023 - 08:51:22 WIB - Dibaca: 2119 kali

Marak Pelangsir, Dewan Sarankan Mobil Kuita 200 L tak Boleh Isi Solar dalam Kota Jambi
Marak Pelangsir, Dewan Sarankan Mobil Kuita 200 L tak Boleh Isi Solar dalam Kota Jambi (CR04)

Jambi - Polda Jambi bekerjasama dengan Pertamina akhirnya berhasil membongkar praktik curang langsir Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi di SPBU di Kota Jambi.

Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Jambi dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berhasil menangkap oknum penimbunan BBM subsidi di salah satu SPBU Kota Jambi.

Kolaborasi dua instansi ini berhasil mengamankan empat kendaraan yang sedang menunggu antrean mengisi BBM jenis Biosolar. Para pelangsir yang diamankan itu menggunakan menggunakan truk dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk melangsir biosolar.

Kanit 3 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi, AKP Prasetya Yana Wisesa Suprianto mengatakan, ada dua modus curang mengisi solar subsidi yang berhasil mereka ungkap. Yakni pelaku memodifikasi tangki truk sehingga menjadi lebih besar dan dapat menampung 200 liter perharinya.

"Kendaraan yang digunakan oknum pelangsir tersebut juga menggunakan nopol dan QR Code yang berbeda," katanya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menyarankan agar tidak diperbolehkan lagi kendaraan mengisi BBM subsidi di kota Jambi dengan kapasitas 200 liter.

"Memang kalau bisa yang 200 liter itu tidak boleh mengisi di pom bensin dalam kota, karena kalau itu terjadi kuota kita cepat habis. Kasihan masyarakat kecil tidak kebagian, dan juga kuota pendistribusian BBM jenis solar per November lalu sudah over 7 persen melebih batas kuota 83 ribu Kl yang ditetapkan BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas," kata Junedi.

Junedi mengatakan bahwa ada yang salah dari distribusi BBM subsidi di kota Jambi. Sebab perhitungan dari pusat pasti sudah berdasarkan perhitungan yang matang.

"Pasti ada yang salah dari distribusi kita, sebab itu sudah lebih 7 persen, tapi antrean di SPBU masih mengular. Kita minta pihak terkait bisa tertibkan ini," ujarnya.





BERITA BERIKUTNYA