Kualitas Udara Memburuk Warga Dianjurkan Pakai Masker, Pelaku Jasa Penyebrangan Mengeluh

Minggu, 18 Agustus 2019 - 10:51:22 WIB - Dibaca: 1612 kali

Asap di Gentala Arasy Jambi
Asap di Gentala Arasy Jambi (Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI - Kabut asap yang semakin pekat disertai debu yang menyelimuti Kota Jambi dan Muarojambi dalam dua hari terakhir menyebabkan kualitas udara memburuk dan banyak dikeluhkan masyarakat. Selain mengganggu pernafasan, kabut asap tersebut juga menyebabkan sejumlah pelaku usaha dan nelayan mengalami kerugian. Salah satunya adalah pelaku jasa penyeberangan di Jembatan Gentala Arasy, Ancol, Kota Jambi.

Bidari, salah satu pelaku jasa penyeberangan di Gentala Arsy mengatakan, dalam dua hari terakhir usahanya sangat terganggu. Selain jarak pandang yang terbats. Kabut asap juga membuat mata pedih. "Mata pedih, jadi saat nyebrang terganggu nian,"katanya, Sabtu (17/8)

            Menurut dia, terkadang asap seperti mempuk di dalam sungai. Hal itu membuat pengelihatan di depan tidak nampak. "Kalau di atas agak mending. Kalau di bawah, apalagi pas di tengah (sungai) asapnya ngumpul,"sebutnya sembari menunjuk arah tengah sungai 

            Pelaku jasa penyeberangan lainnya berinisial mengaku mengalami hal serupa dengan seperti yang di alami dengan Bidari. "Sama kaya bapak itu yang aku alami. Payah, apalagi pas di tengah,"tandasnya.

            Direktur Polisi Air dan Udara Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bachti Moetji meminta kepada para pelaku jasa penyeberangan dan nelayan untuk berhati hati dalam melaksanakan pelayaran atau penyebrangan. "Asapnya lumayan berpengaruh betul terhadap pelayaran. Apalagi di tengah laut,"katanya.

            Dia meminta semua pihak untuk mengedepankan keselamatan saat melakukan pelayaran dan penyeberangan. "Jangan memaksakan  kehendak. Kalau kondisi tidak memungkinkan lebih baik jangan,"tandasnya

            Sementara itu dari Muarojambi dilaporkan, dibandingkan daerah lain, kabut asap paling parah terjadi di Muarojambi. Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Muaro Jambi saat ini sudah berada di angka 90, atau dalam kategori awas.

            Bupati Muaro Jambi Masnah Busro mengatakan, kabut asap yang cukup tebal tersebut merupakan kiriman dari Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. "Kita dapat kiriman dari Kabupaten Muba," kata Masnah.

            Menurut dia, jarak titik api di Kabupaten Muba dengan Muaro Jambi juga sangat dekat, sekitar 7 Km. "Kita terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi masalah ini," pungkasnya.

            Di Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi Maulana langsung memerintahkan pembagian masker kepada masyarakat, ketika usai memimpin Upacara HUR RI ke 74, Sabtu (17/8) kemarin. Pembagian masker dilakukan di Jalan Mayor Abd. Kartawirana RT 15, Kelurahan Budiman, Kecamatan Jambi Timur atau tepat di depan Lippo Plaza Jambi.

            Lebih dari 4 ribu masker dibagi-bagikan kepada warga masyarakat, pengendera sepeda motor, penumpang angkot dan kendaraan pribadi. Sebelumnya juga dilakukan hal yang sama di kawsan Tugu Keris Siginjai. Wakil Walikota Jambi Maulana sendiri turun tangan langsung membagikan masker. Ikut serta dalam kegiatan itu Kapolresta Jambi, Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag Humas Setda Kota Jambi, dibantu oleh petugas-petugas dari Puskesmas dan juga PMI Kota Jambi, Pramuka dan Bujang Gadis.

            ‘’Ini wujud kepedulian kami. Agar anak-anak dan pengendara motor menggunakan masker. Karena ISPU kita memang masih sedang. Tapi untuk Indeks PM2.5 menunjukkan hal yang berbahaya, karena bisa masuk sampai ke saluran pernapasan. Sehingga dianjurkan pakai masker,” katanya.

            Maulana mengatakan, anak-anak sekolah agar saat pergi ke sekolah juga menggunakan masker. “Sudah sampai sekolah harus di dalam gedung. Tidak boleh main keluar gedung kecuali upacara seperti pagi, karena itu penting, kelas 1 dan 2 libur,” katanya.

            Dampak adanya particular PM25 ini kata Maulana, bisa terbang bersama angin. Jika terhisap bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan. “Bisa terjadi ISPA terutama untuk kelompok balita, dan orang tua, juga anak-anak. Selain itu juga orang yang berisiko atau memiliki sensitifitas yang tinggi,” katanya.

            Jika kondisi terus seperti ini, pihaknya menginstruksikan untuk dibuat  ruangan khusus dilengkapi dengan AC, dan ada oksigen. Nantinya akan di siapkan titik-titiknya mulai dari perkantoran, layanan kesehatan, dan lainnya. “Jadi kalau ada masyarakat yang tiba-tiba Asmanya kambuh bias langsung menujub ruangan itu, hari ini kita rapatkan. Akan kita tentukan titiknya dimana saja,” katanya. (isw/ali)





BERITA BERIKUTNYA