Tiga Terdakwa Ketok Palu Nangis Depan Hakim, Ngaku Salah dan Malu

Senin, 27 Januari 2020 - 17:44:20 WIB - Dibaca: 5335 kali

()

JAMBIONE.COM, JAMBI - Tiga terdakwa dugaan suap ketok palu pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 menangis mengaku salah. Ketiganya adalah Zainal Abidin, Effendi Hatta dan Muhammadiyah. Di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi, mengaku menerima sejumlahbuang untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018 tersebut. 

Dalam keterangannya, mereka mereka menjelaskan bahwa mereka tahu jika perbuatannya telah melanggar kode etik sebagai anggota dewan. Yakni tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun di luar penghasilan sah.

Ketiga terdakwa juga mengaku sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan itu adalah salah dan melanggar hukum.  Ketiga terdakwa mengakui kesalahannya saat ditanya terkait kode etik dewan. Ketiganya pun nampak sedih dalam menyampaikan penyesalan terhadap tindakan mereka tersebut. 

Setelah itu jaksa pun meminta kepada ketiganya untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan dalam persidangan ini.  Kepada jaksa, Zainal menegaskan bahwa semua anggota komisi III  DPRD Propinsi Jambi telah menerima uang tersebut. 

"Demi Allah pak hakim, saya berani bersumpah atas nama saya dan keluarga saya bahwa mereka semua menerima uang ketok palu tersebut, " tegasnya.

 Setelah itu hakim mempertanyakan tentang uang titipan untuk Suliyati yang menurut keterangan Kusnindar uang tersebut dititipkan kepada terdakwa Zainal. Namun dengan tegas Zainal  membantah.

 "Keterangan dari Kusnindar itu tidak benar yang mulia," tegasnya kepada hakim. Sambil meneteskan air mata Zainal  menyampaikan bahwa dirinya sangat menyesali dan malu atas perbuatannya. 

Sementara Effendi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengambil jatah Karyani, seperti yang disebutkan oleh Kusnindar sebelumnya. "Itu tidak benar, saya memang menerima tetapi tidak pernah  mengambil hak orang. Semua anggota komisi 3 tidak menanyakan tentang uang ini kepada saya, mereka tidak menanyakan uang tersebut karena saya pikir mereka telah menerima uang tersebut lebih dahulu," sambungnya.

Sementara itu Muhammadiyah nampak meneteskan air mata. "Saya sangat menyesal atas perbuatan saya ini. Saya minta maaf sebesar-besarnya terutama kepada istri, anak-anak dan keluarga saya dan seluruh masyarakat Jambi, " ujarnya.(cr4)





BERITA BERIKUTNYA