KPK Apresiasi Novel Baswedan yang Dapat Penghargaan Internasional

Selasa, 04 Februari 2020 - 13:51:01 WIB - Dibaca: 1786 kali

()

Jambione.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi penghargaan internasional yang diberikan oleh Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) Malaysia kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Penghargaan itu akan diterima Novel di Putrajaya Malaysia, pada Selasa (11/2) mendatang.

“Novel Baswedan dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan ini, karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal sepulangnya dari ibadah salat Subuh,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Selasa (4/2).

Penyerangan terhadap Novel, kata Ali, memang telah menjadi perhatian dunia internasional. Pertama, Amnesty International memaparkan penyerangan ini di Kongres Amerika Serikat pada Kamis, 25 Juli 2019.

Kemudian akhir tahun lalu, tepatnya pada 16 Desember 2019, Novel Baswedan hadir dalam Sidang PBB di Gedung CR6 Gedung ADNEC, Abu Dhabi, Uni Emirates Arab. Novel berbicara dalam sebuah sesi khhusus tentang perlindungan bagi lembaga antikorupsi dan pegawai di dalamnya.

“Sesi ini adalah bagian dari konferensi yang dihadiri sejumlah negara penandatangan konvensi PBB antikorupsi atau COSP-UNCAC,” ucap Ali.

Oleh karena itu, KPK berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi. KPK juga terus dan tetap berkomitmen terhadap perlindungan pegawai dalam pelaksanaan tugas.

Sebelumnya, Novel Baswedan mengaku mendapat undangan penghargaan antikorupsi internasional 2020. Penghargaan itu akan diberikan diberikan oleh Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF), Dato Muhammad Salim Sundar.

Novel membenarkan bahwa dirinya mendapat undangan tersebut. Namun, dia mengaku penghargaan itu belum diterima olehnya.

“Iya betul dapat undangan penghargaan itu,” kata Novel dihubungi JawaPos.com, Jumat (31/1).

Meski kasus teror penyiraman air keras terhadapnya tak kunjung terselesaikan, Penyidik lembaga antirasuah itu terus menorehkan prestasi di dunia internasional. Novel berspekulasi, penghargaan itu didasarkan terkait pemaparannya di The United Nations Convention Against Corruption. Konferensi itu dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab pada 16 Desember 2019 lalu.

“Mungkin didasarkan dari pemaparan saya sewaktu di The United Nations Convention Against Corruption. Konferensi itu dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab,” jelas Novel.(*)

Sumber: Jawapos.com




BERITA BERIKUTNYA