Peringati HPN, Tetap Pegang Erat Idealisme dan Manajemen yang Baik

Senin, 10 Februari 2020 - 12:41:39 WIB - Dibaca: 1602 kali

()

Jambione.com – Tim redaksi Jawa Pos Radar Kudus menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) secara sederhana kemarin. Acara peringatan HPN kali ini diisi dengan refleksi yang dipimpin Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi. Sebagai media yang memiliki integritas tinggi, seluruh elemen yang ada di dalamnya diminta terus menjaga idealisme. Mulai dari wartawan, redaktur, pemred, admin, manajer, pemasaran, marketing, hingga direktur.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengatakan, idealisme menjadi hal penting yang harus ada dalam diri insan pers. Tak boleh luntur selama seseorang masih berkecimpung di perusahaan pers. Sebab, idealisme yang melandasi seluruh langkah.

Dalam momentum HPN ini, Baehaqi memberikan contoh keteladananan dua tokoh pers yang teguh memegang idealisme. Tokoh tersebut, Anak Agung Bagus Narendra Prabangsa dan Dahlan Iskan. Prabangsa bahkan tetap memegang teduh idealisme hingga akhir hayatnya. Jawa Pos memberikan apresiasi terhadap tokoh ini dengan memasang fotonya di lobi kantor pusat.

”Dua tokoh ini pas untuk menjadi penyemangat di hari pers ini. Semua dapat mencontohnya,” imbuhnya.

Bagi wartawan, idealisme dapat diaplikasikan dengan menyampaikan berita secara proporsional. Jadi, tak sekadar bertanya atau konfirmasi dengan narasumber. Namun, juga harus turun ke lapangan melakukan pengamatan langsung. Tujuannya, menyajikan fakta yang ada di lapangan secara objektif.

”Objektif bisa didapat jika wartawan turun dan melakukan pengamatan di lapangan. Pers harus menyuarakan kebenaran,” katanya.

Dari Dahlan Iskan, pelajaran idealisme diterapkan pada tatanan manajemen. Dikutip dari ucapan ulang tahun Radar Kudus pada 2017 lalu, Dahlan Iskan menyebut perusahaan pers dapat berjalan dengan baik jika manajemennya baik. Manajemen perlu dikelola dengan baik mulai dari tingkat individu.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin menambahkan, refleksi di momen HPN kali ini diharapkan dapat membangun semangat untuk bangkit. Berusaha memperbaiki kualitas diri sesuai dengan job desk masing-masing. Saling berkoordinasi agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Selain itu, di acara ini juga ada pernyataan dari dua wartawan, Galih Erlambang Wiradinata dan Diyah Ayu Fitriyani, serta redaktur Kholid Hazmi. Pernyataan yang disampaikan dalam sambutan itu, mereka sama-sama menyuarakan tentang idealisme. Idealisme wartawan harus dipertahankan. Selain itu, di Radar Kudus ditekankan dalam membuat berita tak cukup wawancara ke narasumber. Namun harus melakukan pengamatan langsung di lapangan.

”Sejak pertama masuk di sini (jadai wartawan Radar Kudus, Red) saya langsung disuruh mengamati Taman Gondangmanis. Awalnya saya tak tahu tujuannya apa, ternyata gunanya untuk membuat berita diskripsi agar sesuai dengan yang saya alami langsung di lapangan,” ungkap Kholid Hazmi.

Acara peringatan HPN kali ini ditutup dengan doa yang dilantunkan ustaz Ali Mustofa. Diakhiri dengan makan bersama dengan hidangan nasi padang, gudeg, dan buah-buahan.(ks/daf/lin/top/JPR)

Sumber: Radar Kudus




BERITA BERIKUTNYA