Jambione.com, JAMBI-Harga bawang putih di pasaran dalam Kota Jambi masih tinggi, kemarin (12/2) masih diangka Rp 55 ribu per kilo gram. Hal ini diungkapkan Komari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi.
Komari mengatakan, sebelumnya harga bawang putih sempat mencapai Rp 60 ribu per kilo gram, namun sudah sedikit menurun menjadi Rp55 ribu per Kg.
“Kita juga berupaya menambahkan pasokan stok,” kata Komari.
Lebih lanjut Komari menyebutkan, tingginya harga bawang putih karena tidak adanya ekspor dari luar. Sebab kebutuhan bawang putih Indonesia masih bergantung pada China.
“Sekarang lagi gembor-gembor penyakit, itu menjadi penyebab. Daerah yang memasok saat ini tidak lagi memasok. Seperti ekspor dari Cina ke Indonesia yang sekarang lagi tidak masuk,” imbuhnya.
Komari mengatakan, kebutuhan bawang putih di Kota Jambi saat ini dipasok dari produk lokal pulau Jawa. Selain itu masih mengandalkan stok lama bawang ekspor dari luar.
“Kita di sumatera belum ada pemasok bawang putih. Bawang putih kita saat ini dipasok dari Pulau Jawa,” katanya.
Kata Komari, bawang putih lokal memang kualitasnya tidak sebagus bawang ekspor. Saat ini bawang putih lokal masih mencukupi untuk kebutuhan daerah.
Komari mengaku, pihaknya memiliki group Dinas Perdagangan dan Perindustrian se-Indonesia. Pada group tersebut dilakukan koordinasi dan kolaborasi untuk kebutuhan bawang putih.
“Jadi koordinasinya disana, kalau ada daerah yang banyak stok bawang, saling berbagi ke daerah yang kekurangan stok,” ujarnya.
Untuk kepastian stabilnya harga bawang putih, Komari belum bisa menjamin. Pasalnya masih tetap menunggu bawang putih ekspor dari China.
“Kalau sudah stabil kondisi di China, dan bisa ekspor itu baru bisa stabil, karena kita sudah terbiasa pakai bawang ekspor yang dinilai lebih sip,” pungkasnya. (ali)