Jadikan Cap Go Meh Sebagai Event Wisata Tahunan, Fasha Wujudkan Keelokan Keragaman Budaya Kota Jambi

Cap Go Meh 2020

Minggu, 16 Februari 2020 - 21:00:41 WIB - Dibaca: 1491 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Slogan Kota Jambi Beragam Eloknyo, sepertinya betul-betul di representasikan Pemerintah Kota Jambi dengan baik, sebagai identitas kota yang melekat pada keragaman budaya, suku bangsa, dan agama, yang menyatu dalam harmoni Kota Jambi Terkini.

Setidaknya hal tersebut kembali tampak saat Pemerintah Kota Jambi melaksanakan agenda tahunan festival budaya yang bertajuk Pentas Harmoni Tanah Pilih Kota Jambi, Festival Cap Go Meh, yang berlangsung pada Sabtu malam (15/2).

Tahun ini, Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi mengambil tema "Swarna Bumi Culture", yang menggambarkan kekayaan budaya yang hadir di Bumi Jambi. Agenda tahunan wisata budaya Kota Jambi, Festival Cap Go Meh, yang bercorak khas etnis Tionghoa tersebut, sejatinya merupakan salah satu agenda wisata budaya unggulan yang ada di Kota Jambi, yang lahir dan diinisiasi oleh Wali Kota Jambi sejak tahun 2017 lalu.

Festival ini turut terselenggara dengan baik, berkat kerjasama dan kolaborasi apik antara Pemerintah Kota Jambi bersama beberapa yayasan etnis Tionghoa yang ada di Kota Jambi. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, jajaran Forkompimda Kota Jambi, Jajaran OPD Pemkot Jambi, Tokoh Etnis Tionghoa Jambi, Tokoh Lintas Agama dan masyarakat Kota Jambi.

Sejak dicanangkan dan diinisiasi dimasa periode pertama kepemimpinan Wali Kota Syarif Fasha, Festival Cap Go Meh selalu mendapat sambutan luar biasa, tidak hanya dari masyarakat etnis Tionghoa, melainkan dari seluruh lapisan masyarakat multi etnis yang ada di Kota Jambi.

Tampak ribuan masyarakat memadati Lapangan Utama Balaikota Jambi, untuk menyaksikan berbagai penampilan dan atraksi apik khas etnis Tionghoa, pada malam pergelaran Cap Go Meh di tahun Tikus Tanah kali ini.

Selain atraksi memukau barongsai, sebagai ikon budaya Tionghoa, tidak ketinggalan pula turut ditampilkan berbagai kesenian khas etnis tionghoa lainnya. Seperti Tarian Dewi Seribu Tangan, Tarian Kipas, Kesenian Tambur, Penampilan Beladiri Wushu dan Kung Fu, serta penampilan artis Tionghoa.

Sebelumnya, pada sore harinya, secara bergantian tampil dipanggung tersebut, penampilan berbagai etnis yang ada di Kota Jambi, seperti pertunjukkan Bintang Timur, etnis Timur Indonesia (Papua, NTT, Maluku), Etnis Sunda, Etnis Jawa, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Kemeriahan Pentas Harmoni Tanah Pilih, Festival Budaya Cap Go Meh kali ini juga dirangkai dengan pemberian jeruk mandarin kepada warga senior Tionghoa, sebagai lambang kasih sayang dan penghormatan kepada sesama.

Tidak mau ketinggalan, Wali Kota Fasha pun turut berbagi sepeda gratis bagi masyarakat yang hadir, yang berhasil menjawab pertanyaan dari orang nomor satu di Kota Jambi itu. Acara malam.itu diakhiri dengan pesta kembang api yang berlangsung meriah dan menambah keindahan langit Kota Jambi malam itu.

Sementara itu, Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha dalam sambutannya menyebutkan bahwa, keragaman Kota Jambi yang sarat multikultural dan heterogenitas etnis, merupakan miniatur Bangsa Indonesia dan cerminan kuatnya Bhinneka Tunggal Ika di Kota Jambi.

“Festival Cap Go Meh, merupakan satu dari banyak festival budaya yang telah kami selenggarakan secara rutin, setiap tahun di Kota Jambi. Mengapa kami laksanakan, kami menyadari bahwa Kota Jambi merupakan rumah bagi keragaman etnis budaya, suku bangsa dan agama, yang merupakan penyokong majunya Kota Jambi tercinta ini. Ini adalah wujud apresiasi kami dan penghargaan kami, karena keragaman merupakan kekuatan utama pembangunan Kota Jambi," jelas Fasha.

Dalam kesempatan itu, Fasha turut pula mengapresiasi kerjasama yang baik, yang telah terbangun selama ini antara Pemerintah Kota Jambi bersama berbagai elemen masyarakat di Kota Jambi selama ini.

"Seluruh unsur etnis di Kota Jambi, dari berbagai suku manapun berhak tinggal di Jambi dan wajib turut serta berpartisipasi membangun Jambi. Sama seperti Etnis Tionghoa, yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari negeri Jambi. Kami mengapresiasi semangat kebersamaan yang telah terpelihara selama ini. Mari kita bersama, terus membangun kemajuan Kota Jambi dan Provinsi Jambi,” pungkas Fasha.

Tidak berlebih rasanya jika Kota Jambi dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia”. Bagaimana tidak, Tanah Pilih Kota Jambi, sebuah tanah pilihan, telah dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai potensi sumber daya alam dan manusianya, hidup dalam kedamaian dan harmoni.

Kota Jambi selama ini sukses merefleksikan kebhinekaan yang ada di Indonesia. Berbagai suku bangsa, agama, ras dan keyakinan hidup berdampingan dalam harmoni dan kebersamaan.(*)





BERITA BERIKUTNYA