Pemkot Berencana Pugar Rumah Batu

Selasa, 18 Februari 2020 - 07:43:25 WIB - Dibaca: 1539 kali

REVITALISASI: Rumah batu di kawasan Seberang Kota Jambi akan direvitalisasi dan dijadikan sebagai salah satu ikon budaya Kota Jambi.
REVITALISASI: Rumah batu di kawasan Seberang Kota Jambi akan direvitalisasi dan dijadikan sebagai salah satu ikon budaya Kota Jambi. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Rumah peninggalan dari Pangeran Wirokusumo, seorang saudagar di Olak Kemang, Seberang Kota Jambi kini kondisinya semakin menghawatirkan karena tergerus usia. Padahal rumah tersebut merupakan peninggalan sejarah masa lampau yang seharusnya dapat dilestarikan keberadaannya.

Menaggapi hal tersebut, Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa pemerintah memang memiliki rencana untuk melakukan pemugaran Rumah Batu tersebut. Namun saat ini terkendala dengan status kepemilikan Rumah Batu tersebut.

“Tanahnya bukan milik pemerintah, kita (pemerintah) masih meminta kepada pihak keluarga untuk bisa menyerahkan asset tersebut kepada pemerintah, supaya bisa dilakukan pemugaran,” kata Fasha.

Menurutnya, jika nanti sudah dilakukan pemugaran dan beberapa perbaikan, sehingga layak untuk dijadikan objek wisata, maka pemerintah tak masalah jika nantinya hasil dari kunjungan wisata itu dikembalikan lagi kepada keluarga untuk keperluan merawat Rumah Batu tersebut.

“Kalau asset itu diserahkan, tak sampai disitu saja, kami juga harus membebaskan bangunan-bangunan yang ada di sekitar rumah batu tersebut. Baik di depan atau di belakang Rumah Batu ini. Sehingga bisa dilihat dari jalan besar. Itu harapan kami. Kami berharap warga di sekitar Rumah Batu ini mau tanahnya dibebaskan untuk membangun Rumah Batu ini,” ujarnya.

Selain Rumah Batu, pemerintah juga berencana akan memugar makam dua tokoh atau ulama di Seberang, yaitu makam Pangeran Wirokusumo atau dengan nama lain Said Idrus Bin Hasan Al Djufri dan juga makam Al-Habib Husein bin Ahmad Baraqbah atau yang dikenal dengan sebutan Tuanku Keramat.

“Kami akan melakukan pemugaran, sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung yang datang (Peziarah, red),” katanya.

Sementara itu, untuk diketahui, Rumah Batu adalah rumah peninggalan Pangeran Wirokusumo atau dengan nama lain Said Idrus Bin Hasan Al Djufri. Keluarga Al Djufri berasal dari Hadramaut, Yaman. Pangeran Wirokusumo adalah seorang saudagar yang mempunyai hubungan besan dengan Sultan Thaha Syaifuddin.

Rumah Batu tersebut dibangun sekitar tahun 1830. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Datuk Shin Tai, seorang keturunan Tionghoa yang memeluk Islam. Arsitek Datuk Shin Tai pada masa itu merancang bangunan dengan perpaduan arsitektur Melayu, China, dan Eropa. (ali)





BERITA BERIKUTNYA