Jambione.com, JAMBI – Monitoring dan pengawasan terhadap angkutan sampah di Kota Jambi, terus dilakukan Bidang Mobilisasi dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi. Hal ini dilakukan guna memastikan, sopir, kernet maupun armada angkutan sampah yang dimiliki Pemkot Jambi, telah menjalankan fungsinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, melalui Kabid Mobilisasi dan Persampahan DLH Kota Jambi, Kiki mengatakan, dari hasil monitoring dan pengawasan tersebut, semua armada sampah telah berjalan sebagaimana mestinya.
“Hasilnya (armada sampah,red) sudah bekerja sesuai jam. Hari ini (kemarin,red) kita pantau di kawasan Pasar Talang Banjar,” sebut Kiki, Selasa (18/2) kemarin.
Saat ini, disebutkan oleh Kiki, pihaknya memiliki 65 angkuta sampah. Di mana, 40 di antaranya merupakan kendaraan truk Armroll pengangkut sampah. Sementara sisanya, merukan mobil pembantun dan unit patroli sampah.
Saat disinggung mengenai pemakaian terpal di mobil angkutan sampah, Kiki menegaskan itu harus dilakukan. Ini guna memberikan rasa nyawam kepada pengendara lain dan agar sampah tak berserakan di jalanan. Pihaknya pun telah mengadakan 45 unit terpal dari APBD Kota Jambi, senilai lebih kurang Rp 500 juta.
“Itu harus. Kalau tidak sopir atau yang bertugas saat itu dan membawa mobil sampah akan kita sanksi,” jelasnya.
Memang, ditambahkan Kiki, truk angkutan sampah tidak begitu saja langsung ditutup terpal. Selam, angkutan sampah tersebut belum selesai mengangkut sampah dari TPS yang ada di jalurnya.
“Seperti yang di foto, itu bukan tidak dipasang terpal. Melainkan mereka masih mengangkut sampah dari TPS-TPS sesuai jalur masing-masing. Jika sudah selelsai baru dipasng dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo,” jelasnya.
Lanjutnya, dikarenakan terpal tersebut hanya diperuntukkan angkutan sampah yang besar. Maka 40 Armroll yang memakai terpal. Sisa lima terpal akan dicadangkan oleh pihaknya.
“Hanya 40 yang dipasang. Sebab yang lainnya hanya mobil kecil, gerobak motor, dan mobil patroli. Jadi 5 terpalnya kita cadangkan, jika suatu saat terpal yang ada koyak atau rusak," tutupnya. (ali)