Jambione.com – Peluang untuk membentuk poros ketiga semakin sempit. Dengan bergabungnya Nasdem ke koalisi pengusung Machfud Arifin, praktis tinggal tiga partai yang belum menentukan sikap. Yakni, PSI, PKS, dan Golkar. Ketiganya masih berkutat di penjaringan bakal calon wali kota (bacawali).
Sebagaimana diketahui, PSI masih melakukan konvensi. Memang, sudah ada enam bacawali yang lolos dalam seleksi wawancara di DPP (dewan pimpinan pusat). Namun, partai besutan Grace Natalie itu masih membuka lagi pendaftaran gelombang kedua.
Ketua DPD PSI Surabaya Josiah Michael mengaku belum bisa menentukan sikap dalam pilwali. Sebab, pilihannya serbasulit. Karena itu, peluang untuk membentuk poros baru hampir tidak mungkin dilakukan. ”Karena kami cuma punya empat kursi, jadi agak sulit,” katanya.
Meski demikian, anggota Komisi A DPRD Surabaya itu mengaku tidak bisa banyak berbuat. Sebab, keputusan tetap ada pada DPP. ”Karena itulah, kami berfokus konvensi dulu sambil jalan. Awal bulan depan kami persiapan debat visi-misi,” terangnya.
PKS memiliki pandangan yang berbeda. Ketua DPD PKS Surabaya Achmad Suyanto justru menilai masih ada peluang membentuk poros ketiga. Golkar yang memiliki lima kursi di parlemen belum menentukan sikap. ”Kami sedang membangun komunikasi,” ucapnya.
Sementara itu, partai Golkar belum memberikan sikap yang jelas. Ketua DPD Golkar Surabaya Blegur Prijanggono belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan penjaringan di internal partai berlambang pohon beringin itu.
Di sisi lain, Sekretaris DPD Golkar Jatim Saha Tua Parlindungan Simanjuntak menyatakan, penjaringan calon kepala daerah (pilkada) masih berjalan. Di Surabaya, ada nama Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans, anggota DPRD Fraksi Golkar Arif Fatoni, dan Machfud Arifin.
Meski ada nama Machfud di dalam penjaringan internal partai, Sahat tidak ingin berandai-andai terkait arah koalisi. ”Itu (hasil survei, Red) yang seharusnya jadi pegangan. Jadi, kami tidak ingin terbawa arus euforia yang terjadi sekarang,” jelasnya.(*)
