Jambione.com, JAMBI- Ini peringatan bagi para pengguna atau penggiat aktif media sosial (mesdsos). Menjelang pemilihan kepada daeah (pilkada) serentak 2020, Polda Jambi dan jajaran akan memantau semua aktivitas di medsos. Kepada pengiat medsos dihimbau bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai kata-kata atau tulisan yang dibuat bisa menjadi masalah hukum. Karena Polda Jambi dan jajaran akan memantau
Peringatan dan himbauan ini disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi saat membuka acara Bimbingan teknis pengaturan ketentuan pidana dalam Undang-undang ITE dan penanganan pertama bukti elektronik, di ruang Gaharu 1 Hotel BW Luxury, Rabu (26/2) kemarin.
Kegiatan yang digelar Polda Jambi bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI itu diikuti penyidik Reserse Kriminal Umum, Khusus, Narkoba Polda Jambi dan Polres-polres di Jajaran Polda Jambi. Sebagai nara sumber dari Kementerian Kominfo RI, Teguh Arifiyadi selaku Kasubdit Penyidikan dan Penindakan, dan Albert Aruan selaku kepala Seksi Penindakan. Keduanya memberikan pemahaman serta unsur-unsur yang menjerat pelaku pelanggar UU ITE.
Menurut Edi, Bimbingan teknis ini salah satunya bertujuan saling sharing tentang UU ITE. Karena, selama proses tahapan pilkada, Polda Jambi dan jajaran selalu menerima laporan terkait UU ITE. Biasanya, demi membela pasangan calon masing-masing, para penggiat medsos saling menjelekkan, saling caci dan menyebarkan berita bohong atau fitnah. Ini sangat rawan saling lapor.
‘’ Maka dari itu kami dari Polda Jambi menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, khususnya penggiat medsos,’’katanya. " Bijak dalam Bermedsos, jangan sampai kata-kata atau tulisan yang kita buat bisa menjadi pemicu dan permasalahan bagi kita sendiri, " tambahnya.
Selain itu, Edi juga menghimbau kepada penggiat media sosial agar berhati-hati dalam menggunakan medsos. Jangan sampai menimbulkan perpecahan. Seperti menulis yang mengandung unsur sara, ujaran kebencian dan saling menghina.
‘’Mari kita jaga Provinsi Jambi ini aman, tertib, damai, dan kondusif. Apalagi dalam menghadapi Pilkada serentak. Aiapapun yang nantinya akan menjadi kepala daerah, itulah pilihan terbaik dari masyarakat Jambi,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kementerian Kominfo RI, Teguh Arifiyadi mengatakan Jambi menjadi prioritas mereka. Khususnya Polda Jambi merupakan paling banyak menerima laporan terkait UU ITE. "Kita akan memberikan pemahaman serta penetapan pelaku terhadap UU ITE, sehingga terpenuhi unsur-unsur terhadap UU ITE tersebut," katanya. (Cr04)