Jambione.com, MENDALO- Satu lagi terobosan yang dilakukan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Prof Su'aidi Asy'ari. Untuk merubah wajah kampus, UIN membangun jalan lingkar mengelilingi kampus. Ini merupakan bagian dan program penataan wajah kampus tersebut.
"UIN STS membangun 'ring road' atau jalan lingkar kampus sebagai bagian dari merubah wajah kampus ini. Jalan itu ke depan akan menjadi akses ke penjuru kampus, termasuk ke bumi perkemahan dan hutan ekowisata," jelas Rektor UIN STS Jambi, Prof Su'aidi Asy'ari melalui Humas UIN Abdul Rahman, Rabu (26/2/2020) kemarin.
Jalan yang memiliki lebar 12 meter itu dibangun sepanjang enam kilometer dan menjadi akses strategis dalam penataan kampus itu ke depan.
Pembangunan jalan itu dimulai dengan pelebaran pada sayap kiri kampus UIN STS ke arah kampus dan Bumi Perkemahan dan selanjutnya ke lokasi perhutanan di kampus itu.
"Ke depan hutan di bagian belakang kampus ini akan dijadikan kawasan ekowisata. UIN akan menggandeng mitra untuk berpartisipasi dalam pengembangannya, sehingga menjadi tujuan wisata alam di Jambi," tambahnya.
Jalan lingkar kampus UIN tersebut, akan menjadi bagian penting pengembangan kampus dan akses utama untuk bangunan-bangunan kampus yang akan dibangun di kawasan itu.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membangun jalan itu, juga membuat 'landskap' di bagian sayap kanan kampus UIN. Lahan yang sebelumnya ditumbuhi ilalang dan pohon liar, saat ini sudah mulai diratakan dan ditata.
"UIN STS Jambi harus terwujud dengan wajah selayaknya sebuah kampus perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi beda dengan sekolah, semuanya kita upayakan di semua sudut kampus ini," kata Rektor.
Bahkan pada 2020 ini, Prof Su'aidi Asy'ari menargetkan berdiri tiga gedung baru yakni rektorat, gedung perkuliahan terpadu dan gedung laboratorium.
Saat ini proses pembangunan sudah dimulai, sejumlah alat berat dan perangkat bangunan sudah mulai berdatangan di kampus itu.
Khusus untuk pengembangan ekowisata di kawasan Kampus UIN STS Jambi, saat ini di kawasan perhutanan itu telah ditanami berbagai pohon buah-buahan seperti mangga, rambuan, duku dan lainnya.
"Saat ini di hutan milik UIN sudah ada ribuan tanaman buah, terutama mangga. Ke depan akan menjadi ekowisata dan bisa dinikmati oleh masyarakat sekaligus juga ajang edukasi bagi generasi muda," pungkasnya. (IMC01)