Stok Masker Tersedia 1.755 Box

Virus Korona, Fasha Imbau Masyarakat tak Panik

Senin, 09 Maret 2020 - 07:45:36 WIB - Dibaca: 1657 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI-Tidak ingin masyarakat Kota Jambi panik dengan adanya virus korona yang berlebihan, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah se Kota Jambi untuk mensosialisasikan edukasi dan pencegahan tentang kewaspadaan terhadap penyakit Pneumonia Novel Corona Virus (nCoV).

Menurutnya, bahwa penyebab Pneumonia berat adalah virus baru dari keluarga Coronavirus (Novel Coronavirus/nCoV) yang telah dikonfirmasi dapat menular antar manusia.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata Wali Kota, pihaknya melakukan beberapa upaya deteksi, pencegahan, resporn, dan antisipasi munculnya kasus pneumonia berat akibat nCoV di Kota Jambi.

Ini sesuai Surat Edaran Wali Kota Jambi, Nomor : 01 /HFU/edr/2020 TENTANG KEWASPADAAN TERHADAP PNEUMONI NOVEL CORONA VIRUS (nCoV).

Selain itu, juga menindaklanjuti Surat Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor: PM 0402/1I1/43/2020 tanggal, 5 Januari 2020 tentang Kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit Pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya.

"Saya berharap kepada seluruh Camat dan Lurah se Kota Jambi agar memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga pasien serta masyarakat tentang penyakit Pneumonia dan cara pencegahan penularannya," ungkapnya kepada para awak media, Minggu (8/3).

Disamping itu, Fasha menganjurkan bagi yang mengalami penyakit mencurigakan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila deman dan mempunyai riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam waktu 14 hari, sebelum timbul tanda atau gejala, dan melaporkan ke Dinas Kesehatan.

Para Camat dan Lurah, katanya, harus mensosialisasikan ke masyarakat di wilayah kerja bersama puskesmas setempat tentang pneumonia berat dan pencegahannya.

"Apabila terjadi kasus positif yang telah dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan, maka perlu dilakukan isolasi, pengawasan dilaksanakan oleh Lurah, Camat dan Puskesmas," kata Fasha.

Dia juga berharap, edaran ini untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab. Selanjutnya, sambungnya, Dinas Kesehatan Kota Jambi dan seluruh jajaran Dinas Kesehatan berkoordinasi untuk melakukan deteksi, pencegahan, respon dan antisipasi munculnya kasus-kasus gejalan Pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas, seperti di Tiongkok yang berobat di fasilitas kesehatan pemerintah/swasta.

"Pastikan semua Puskesmas dan rumah sakit di wilayah kerjanya sudah membentuk tim surveilans rumah sakit (untuk antisipasi kejadian Luar Biasa/KLB) atau Penyelidikan Epidemiologi Terpadu (PE)," imbuh Fasha.

Kemudian, tuturnya lagi, lakukan upaya komunikasi risiko dan edukasi kepada seluruh masyarakat melalui kerjasama lintas sektor terkait dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, apabila ditemukan orang yang diduga memiliki faktor risiko serta memfasilitasi kasus rujukan ke rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit Raden Mattaher.

"Yang tidak kalah penting, melakukan investigasi dan penanggulangan sesuai kebutuhan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut dan agar kejadian tidak meluas menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa)," tandas Fasha.

Namun demikian, sebagai kepala daerah, dia berharap masyarakatnya tidak panik. "Saya berharap, masyarakat Kota Jambi tetap sehat dan tidak ada yang terkena virus tersebut. Tetaplah beraktifitas seperti biasa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan bahwa masyarakat tak perlu panik. Upayakan menjaga kebersihan tubuh dengan rutin melakukan  cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Untuk masker kita ada stok sisa tahun 2019 itu ada 1.755 box. Belum lagi stok yang ada di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Jadi masyarakat tak perlu khawatir. Sesuai dengan instruksi WHO bahwa yang menggunakan masker adalah yang sakit saja," tambahnya.

Tahun 2020 ini pihaknya juga sudah menganggarkan untuk pembelian masker baru. Namun karena stok yang terbatas, pihaknya tidak melakukan melakukan entry sistem.

"Sudah kita entry mau beli, uangnya ada, tapi stoknya memang tidak ada. Tapi tak perlu khawatir karena stok kita masih banyak," katanya.

Ida menambahkan, selain itu, layanan kesehatan juga sudah dihimbau untuk mempersiapkan ruang isolasi yang sesuai standar WHO.(ali)





BERITA BERIKUTNYA