Jenazah Haryo Dijemput Keluarga dari Padang

Senin, 09 Maret 2020 - 07:50:56 WIB - Dibaca: 4228 kali

(Idrus/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Jenazah Haryo Suryadi Putra (32), Karyawan PT Agung Toyota Automal Cabang Harapan Jaya Pekanbaru, Riau, yang ditemukan tewas mengapung di kawasan Pulau Pandan, Jumat lalu akhirnya dijemput pihak keluarga, Sabtu (7/3). Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke kampung halamannya di Lubuk Bagalung, Padang, Sumatera Barat.

Selain pihak keluarga, Kepala Cabang Agung Automal Harapan Jaya, Ade Andri, juga ikut menjemput jenazah karyawannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

Ade ketika dikonfirmasi membenarkan yang ditemukan tewas mengapung di Kawasan Pulau Pandan tersebut adalah karyawannya.

Menurut dia, almarhum Haryo merupakan sosok yang dikenal baik, jujur dan tidak banyak ulah. Dia bersama seluruh karyawan Agung Toyota Harapan Jaya sangat merasa kehilangan. Apalagi, korban meninggal dengan cara yang tidak wajar. "Almarhum bekerja sejak Januari 2019. Dia etikanya baik. Makanya saya ikut langsung menjemput jenazahnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jenazah karyawan Agung Automal Pekanbaru, Riau itu ditemukan mengapung di Sungai Batanghari, tepatnya di dekat Intake atau pengolahan air baku PDAM, RT 26 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Haryo diketahui sedang dalam perjalanan dari Padang ke Pekanbaru, namun hilang kontak sejak Selasa (3/3/2020) lalu.

Kabar menghilangnya Haryo diketahui dari postingang akun Instagram @info.minang. Dalam postingannya hari Jumat (6/3/2020) kemarin, akun Instagram @info.minang mengabarkan jika Haryo ke Pekanbaru mengendarai sepeda motor NMaX. Haryo yang saat perjalanan tersebut mengenakan baju kaos merah disebutkan terakhir kali melakukan kontak via telepon pukul 21.12 WIB, Selasa (3/3/2020) malam.

Terakhir kali melakukan kontak, Haryo mengabarkan jika dirinya sedang berhenti beristirahat di sebuah warung sebelum daerah Bangkinang, Riau. Setelah itu, ia hilang kontak.

Sebelum dibawa ke Sumatera Barat, jenazah Haryo dilakukan otopsi oleh tim forensik di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi. Karena, di lokasi penemuan mayat, petugas menemukan tas ransel diduga milik korban yang berisikan batu.(cr04)





BERITA BERIKUTNYA