Jambione.com, Jambione.com, JAMBI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi melaksanakan paripurna dengan agenda penyampaian 3 (tiga) Ranperda oleh Walikota Jambi. Paripurna dilaksanaka di ruang Rapat Paripurna Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Senin (9/3).
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi Putra Absor Hasibuan, dihadiri oleh Walikota Jambi H Syarif Fasha, unsur pimpinan DPRD Kota Jambi, Sekda Kota Jambi, Budidaya, Sekwan DPRD Kota Jambi, para Kepala OPD dilingkup pemerintahan Kota Jambi, serta para anggota DPRD Kota Jambi, dan para Lurah dan camat se Kota Jambi.
Dalam kesempatan itu, Walikota Jambi H Syarif Fasha menyampaikan tiga Ranperda yang akan dibahas. Diantaranya adalah tentang Penyelenggaraan Kepemudaan dan Keolahragaan, Ranperda tentang Kerjasama Daerah dan Ranperda tentang Rumah Susun.
"Kami telah menyampaikan ketiga Ranperda tersebut tinggal nantinya dibahas di tingkat pansus dan dengan mekanisme yang ada," jelas Fasha.
Fasha juga menyampaikan terkait dengan Ranperda tentang Kepemudaan dan Keolahragaan, pemerintah akan mengatur regulasi bagaimana menempatkan pemuda ini sebagai salah satu agen perubahan ke depan demi kemajuan bangsa.
"Kita menyiapkan generasi yang bebas narkoba bebas hal-hal yang tidak baik. Hal ini tentunya dengan hal-hal yang positif seperti apa mungkin memperbanyak kegiatan-kegiatan yang bersifat kepemudaan, pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya. Sehingga memberikan mereka motivasi untuk melakukan hal-hal yang terbaik," katanya.
Fasha juga menjelaskan mengenai Ranperda Rumah Susun untuk mengantisipasi kepadatan penduduk, karena luas kota Jambi sangat kecil, hanya sekitar 16.900 hektar yang dihuni dengan tingkat kepadatan penduduk lebih kurang 3,7 juta per Km persegi.
"Ini jika tidak diantisipasi maka dikawatirkan 5 - 10 tahun ke depan akan ada penumpukan pemukiman di Kota Jambi dan akan berbahaya bagi lingkungan, sanitasi dan lain sebagainya," terangnya.
Fasha juga menjelaskan mengenai kerjasama pemerintah antar daerah, Kota Jambi sebagai Ibu Kota Provinsi akan menyiapkan sarana dan prasarana dan infrastruktur untuk perdagangan dan jasa.
“Terkait kerjasama antar daerah, bahwa banyak sekali hasil-hasil dari kabupaten yang dibawa ke luar provinsi Jambi. Kita berharap bahwa hasil-hasil pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Jambi. Kami harapkan dengan adanya Perda kerjasama antar daerah ini bisa menginisiasi kerjasama dengan kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jambi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Putra Absor Hasibuan mengatakan bahwa sebanyak 3 Ranperda sudah disampaikan Walikota Jambi untuk dibahas. Nantinya, sebagai pimpinan DPRD kota Jambi pihaknya akan menginformasikan kepada fraksi-fraksi untuk memberikan pandangan umum.
"Untuk pandangan fraksi akan kita gelar di Senin depan. Setelah itu nanti baru di jawab lagi oleh eksekutif, itu mekanismenya. Baru nanti kita lakukan pembahasan," ujarnya.
Absor mengatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk Pansus guna membahas 3 Ranperda tersebut. Sementara itu, saat ditanya mengenai ranperda Rumah Susun dengan kondisi kota Jambi saat ini, dia mengatakan bahwa nanti akan dibahas di dalam pansus.
"Nantikan di dalam pansus itu kita akan kaji, layak atau tidak layaknya. Kita akan panggil pengembang-pengembang. Semua akan didengar masukannya. Kita akan tentukan skala prioritasnya, dan ini juga tergantung naskah akademiknya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Putra Abshor juga menjelaskan bahwa di awal tahun 2019 pemerintah Kota Jambi telah membuat kebijakan yang peduli lingkungan untuk mengurangi dampak meluasnya sampah plastik di wilayah perkotaan.
Di kota Jambi juga dilarang untuk menyediakan kantong plastik, bagi konsumen diminta untuk membawa kantong belanja dari rumah, guna pembatasan sampah plastik. Aturan tersebut juga diatur dalam peraturan Walikota Jambi nomor 61 tahun 2019 tentang pembatasan penggunaan kantong belanja plastik.
Putra Abshor menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Jambi untuk bersama-sama mendukung pemerintah kota Jambi dalam peduli sampah, agar tercipta lingkungan yang bersih dan terhindar dari penyakit.
"Mari kita mulai membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang bahaya sampah dan berkomitmen menjaga kelestarian alam," katanya.(ali/adv)