Jambione.com, JAMBI-Kota Jambi saat ini belum bebas dari buang air besar sembarang. Toilet apung masih ada di beberapa wilayah. Hal ini menjadi perhatian Walikota Jambi Syarif Fasha.
“Saya tekankan kepada camat, lurah dan semua instansi terkait agar di akhir 2020 ini capaian Open Defecation Free (ODF) sudah 100 persen,” kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, kemarin (11/3).
Saat ini sebut Fasha, capaian ODF Kota Jambi berada di angka 49,41 persen. Dimana di beberapa titik lokasi di Sungai Batanghari maupun di danau masih terdapat toilet apung. Namun Pemerintah Kota Jambi telah menginstruksikan kepada camat dan lurah serta puskesmas terdekat untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi terkait ODF tersebut kepada masyarakat.
Seluruh camat dan lurah di instruksikan untuk mendata masyarakat yang belum memiliki wc komunal. Nantinya pemerintah akan membuatkan wc komunal untuk masyarakat, sehingga tidak lagi memanfaatkan toilet apung yang berada di sungai Batanghari.
“Bagi masyarakat yang tidak memiliki toilet permanen akan dibuatkan wc komunal, gratis,” kata Syarif Fasha.
Fasha berharap, di Kota Jambi tidak lagi terdapat ODF. Dan masyarakat diharapkan dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga segala bentuk penyakit, baik yang menular maupun penyakit tidak menular dapat di tekan.
Fasha menjelaskan, bahwa dirinya merupakan ketua aliansi kabupaten/kota peduli sanitasi (Apoksi) Indonesia. Jika Kota Jambi ODF-nya belum mencapai 100 persen, maka akan membuat malu Wali Kota sebagai ketua Akkopsi.
“Saya minta semua komponen masyarakat, perangkat pemerintah agar dapat melaksanakan instruksi ini. Akhir 2020 ini Kota Jambi 100 persen ODF,” pungkasnya. (ali)