Suhu di Jambi Sudah di Atas Normal

Kamis, 12 Maret 2020 - 07:48:39 WIB - Dibaca: 2443 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Dalam sepekan terakhir, kondisi  cuaca di Jambi, khususnya Kota Jambi terasa lebih ekstrem.  Panas terik terasa berbeda dengan biasanya. Selain menyengat, juga membuat kulit pedih. Bukan hanya siang hari, malam pun terasa lebih panas dari biasanya. Sebaliknya, kalau hujan pun terasa lebih ekstrim dari biasanya. Disertai angin kencang.

Berdasarkan Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, suhu panas di Kota Jambi dalam beberapa hari belakangan berada di atas normal. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG stasiun Jambi, Kurnianingsih  mengatakan suhu panas di Kota Jambi mencapai 35 derajat Celcius pada Selasa (10/3) lalu.

 “Biasanya suhu panas kita maksimal 33-34 derajat. Ini sudah di atas normal,” kata Kurnianingsih di ruang kerjanya, kemarin (11/3). Menurut  dia, suhu panas maksimal terjadi pada pukul 14.00 WIB. Sementara suhu mimimum terjadi pada pukul 04.00 WIB.

“Normalnya suhu minimum yakni 22-23 derajat. Tapi kemarin suhu minimum di Kota Jambi hanya 25 derajat,” jelasnya.

Meski demikian kata Kurnia, suhu di Kota Jambi belum masuk kategori ekstrim. Suhu dikatakan ekstrim jika sudah 36 derajat hingga 37 derajat. “Kondisi saat ini baru di atas normal,” ujarnya.

Kurnia mengungkapkan, kondisi cuaca yang diatas normal tersebut dipengaruhi oleh gerak semu harian matahari Maret ini berada pada ekuator. Sementara Jambi berada dekat ekuator. Sehingga sinar matahari ke Jambi penerimaannya penuh. “Langitnya cerah, tidak ada pertumbuhan awan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kurnia menyebutkan, dalam waktu dekat akan ditemukan pada titik tanpa bayangan. Secara umum hal tersebut terjadi pada 21 Maret. “ Di Provinsi Jambi diperkirakan terjadi pada 16 maret. Kita akan mendekati titik tanpa bayangan, karena matahari tepat di atas kepala,” jelasnya.

Fenomena ini terjadi ketika matahari berada di posisi paling tinggi di langit. Dampaknya sebut Kurnia, akan timbul penguapan yang sangat besar, dari sungai, laut, permukaan bumi, dan tumbuh-tumbuhan. “Penguapan naik ke atas dan berbentuk awan hujan,” pungkasnya. (Ali)





BERITA BERIKUTNYA