Jambione.com, JAMBI- Para pengusaha hotel di Kota Jambi mengatakan tingkat hunian atau okupansi hotel turun hingga 50 persen akibat penyebaran virus Corona. Kini, rata-rata tingkat okupansi hotel di Kota Jambi hanya sebesar 20 persen-50 persen.
"Ada penurunan okupansi 20 hingga 50 persen," ujar Adi, Front Office Manager Hotel 02 Weston Jambi, Kamis (19/3).
Kata dia, calon tamu hotel banyak membatalkan pesanan kamar selama periode Februari sampai Maret 2020.
"Biasanya jika normal bisa sampai 100 kamar perhari, sekarang hanya 40 sampai 50 kamar perhari. Banyak tamu dari luar yang cancel, karena perusahaan mereka membatasi perjalanan dinas ke luar. Even-even besar juga banyak yang pending," kata Adi.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Mono, Front Office Manager Luminor Hotel Jambi. Sejak diumumkan adanya virus Corona dan instruksi dari pemerintah tingkat okupansi di hotel Luminor menurun 20 - 50 persen.
"Meeting banyak cancel, terisi 40-50 kamar per hari saja sulit," katanya.
Sementara itu, Branch Manager Swiss-belhotel Jambi, Ivan Bakara mengatakan bahwa efek dari tingkat hunian yang rendah, membuat perusahaannya merumahkan hampir 50 karyawan.
"Hampir 50 persen kita rumahkan, dari 117 karyawan. Bekerja dengan sistem bergiliran. Karena managemen tak mampu bayar dengan kondisi sekarang, tidak ada pemasukan," kata Ivan.
Menurutnya, tingkat okupansi jauh menurun dibandingkan hari biasanya. Saat ini hotelnya hanya berisi 10 hingga 20 kamar saja.
"Sabtu itu baru ada tiga yang pesan, minggu baru ada 1. Minimum di bawah 10. Biasanya bisa sampai 80 kamar terisi dari 136 kamar yang kita punya," katanya.
Pihaknya juga mendorong kepada pemerintah daerah untuk beekoordinasi dengan instansi terkait. Terutama masalah listrik. Untuk bisa menurunkan tarif. Karena bisnis hotel sangat terdampak adanya Covid-19.
Sementara HR Manager BW Luxury Jambi, Muhammad Intania mengatakan bahwa terjadi penurunan okupansi yang sangat jauh. Bahkan saat ini tingkat hunian kamar hanya 15 persen. Pihaknya pun terpaksa menutup kolam renang, gym, dan juga restoran.
"Biasanya kita kata-kata sampai 80 kamar, namun sekarang hanya 20 kamar. Hotel kami menerapkan kebijakan untuk breakfast tamu kita antar ke kamar karena restorannya tutup," katanya.
Tak Hanya Hotel, Mall Juga Mulai Sepi Pengunjung
Merebaknya Virus Corona (Covid 19), juga terdampak pada sektor ekonomi dan juga pengunjung sejumlah tempat perbelanjaan di Kota Jambi. Bahkan, sejumlah Apotek saat ini kekosongan stok masker, sanitizer dan alkohol. Hal tersebut diketahui saat beberapa Komisi DPRD Kota Jambi melakukan sidak, Kamis (19/3) kemarin.
Seperti halnya di Mall WTC Batanghari, hingga saat ini telah mengalami penurunan pengunjung dan pendapatan mereka hingga 50 persen. Tak lain, ini dikarenkan warga banyak tak memilih keluar rumah dan mendatangi keramaian sebagai pencegahan penyebaran Covid 19.
“Beberapa hari ini sudah mengalami penurunan, baik pengunjung maupun pendapatan sendiri. Ya salah satunya, karena masyarakat memilih tidak keluar rumah agar tak terjangkit virus ini," sebut Sahrul, Manager Operasional WTC Jambi.
Sementara itu, pihaknya telah menyediakan sabun pencuci tangan di tiap pintu masuk Mall WTC Batanghari sekali pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. “Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya berada di atas normal, bukan berarti kami larang masuk. Namun kami sarankan agar menuju Command Center di Simpang Kawat atau Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan," timpalnya.(ali)