OPD Berkurang, PDP Melonjak, Masyarakat Diminta Ikuti Himbauan Pemerintah

Positif Corona di Jambi jadi 2 Orang

Selasa, 31 Maret 2020 - 13:32:49 WIB - Dibaca: 1755 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Penularan virus corona masih menyebar di Indonesia. Termasuk di Jambi yang jumlah pasein positif covid-19 juga bertambah. Hal itu terlihat pada grafik penambahan angka kasus positif pada Senin (30/3) yang sudah mencapai 1.414 kasus positif. Lebih dari 3 hari berturut-turut, jumlah penambahan kasus baru yang positif setiap harinya lebih dari 100 kasus baru. Kemudian ada 8 tambahan kasus meninggal dunia sehinggal totalnya kini menjadi 122 jiwa meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diupdate Gugus tugas penanganan Covid-19, per hari Senin (30/3), pasien positif Corona di Jambi bertambah satu orang. Dari data terbaru tersebut, kini jumlah pasien positif covid 19 di negeri spucuk Jambi Sembilan Lurah ini jadi 2 orang.

Sebelumnya, satu pasien positif dilaporkan dari Kabupaten Tebo yang kini dirawat di ruang isolasi RS Raden Mattaher Jambi. Sementara, pasien positif yang baru diketahui berasal dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pasien positif tersebut berjenis kelamin Laki-laki denga Umur lebih kurang Sekitar 53 tahun. Pesien pernah dirawat dirumah Sakit Umum MHA Thalib Kerinci karena Mengeluh demam dan batuk. 

" Korban sempat dirawat di rumah sakit, tapi waktu itu tanggal 19 Maret pasien memaksa pulang. Ketika itu, sampel darahnya sudah diambil. Jadi hari hasilnyo keluar,"ujar sumber Jambi One (30/03) kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal, saat dikonfirmasi melalui via ponselnya Senin sore (30/03) membenarkan satu pasien baru yang positif covid-19 berasal dari Kerinci. Menurut dia, sebelum dinyatakan positif, korban masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

"Tadi jam 12 (Senin siang) aku belum dapat informasi resmi. Baru jam 16.30 Wib kami dapat hasilnya positif. Jadi sekarang sudah ada positif (Covid-19) di Kerinci,"jelasnya. Memang, Senin siang sudah beredar informasi ada pasien di Kerinci dinyatakan positif covid-19. Namun, informasi itu sempat dibantah oleh Hermendizal, dengan alasan belum mendapat surat atau informasi resmi dari pusat.

Menurut Hermendizal, setelah mendapat hasil swab secara resmi, pasien yang dinyatakan postif tersebut langsung dijemput ke rumahnya dibawa ke Rumah Sakit Umum MHA Thalib Kerinci. "Dalam perjalanan ke Rumah sakit, untuk mendapat penanganan dan di Isolasi,"sebutnya.

Sebelumnya, lanjut Hermendizal, si pasien pernah Dirawat di Rumah Sakit Umum MHA Thalib Kerinci  karena mengeluh demam dan batuk. Namun, pada 19 Maret lalu korban pulang.  
" Sebenarnya ketika itu pihak rumah sakit tidak mengizinkan pulang. Dokter menyarankan untuk menunggu hasil pemeriksaan labor. Tapi karena terlalu lama menunggu, mungkin merasa sudah sehat, makanya si pasien tetap maksa pulang,"jelasnya. 

Meski pulang, kata dia, si pesien tersebut tetap masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP). ‘’Jadi pada tadi sore hasil labornya keluar dinyatakan positif,"sebutnya.

Menurut Hermendizal, untuk sementara pasien dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum MHA Thalib Kerinci. 

"Dirawat di Rumah Sakit kita. Karena tadi tidak ada gejalanya. Kita lihat besok keterangan dokter. Kalau memang harus dirujuk ke Jambi, kita rujuk,"ucapnya. 

Informasi  yang diperoleh tadi malam, rencananya si pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan penganangan Covid-19 di Kata Jambi. Yaitu Ke RS Raden Mataher Jambi atau RS Adbdul Manap dan di tangani oleh tim gabungan Penanganan Covid19.

‘’ Menurut keterangan Dari Tim gabungan Penanganan covid 19 Kabupaten Kerinci, pasien positif Corona tersebut akan diberangkatkan ke Jambi Selasa besok (31/3) mengunakan kendaraan Khusus penanganan Covid 19 Kabupaten Kerinci dengan dikawal oleh tim gabungan penanganan Covid -19 Kerinci,’’ kata sumber Jambione.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Senin (30/3) sore, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Jambi sebanyak 10 orang.  Sementara yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) 293 orang.

Jubir penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, per 30 maret pukul 17. 00 WIB, ada penurunan jumlah ODP dari sebelumya sebanyak 1.131 orang, menjadi 1.041. Kemudian, jumlah PDP melonjak, dari sebelumnya sebanyak 14 orang menjadi 18 orang.

Johan juga menyebutkan yang sudah dinyatakan positif ada 2 orang dan yang masih menunggu uji swab sebanyak 5 orang. Johansyah menguraikan, ODP di Kota Jambi bertambah dari 273 menjadi 293 orang dan PDP yang sebelumnya 6 menjadi 10 orang.

Di Batanghari, angka ODP turun dari sebelumnya 218 menjadi 171 orang dan PDP kosong. Sementara di Sarolangun ODP kembali berkurang dari 157 menjadi 103 orang. Namun PDP yang sebelumnya masih kosong saat ini ada 4 orang yang berstatus PDP.

Di Merangin, ODP bertambah menjadi 19 orang dari sebelumnya 14 orang dan PDP masih kosong. Kemudian, ODP Sungaipenuh berkurang juga dari 13 menjad 6 orang dan PDP kosong.  Selanjutnya, Kerinci ODP masih sama 52 orang dan PDP 2 orang. Selain itu, yang sudah dinyatakan positif ada 1 orang.

Sementara di Muaro Jambi, ODP bertambah dari 111 menjadi 114 orang dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP berkurang lagi dari sebanyak 139 menjadi 130 dan PDP masih sama 1 orang.  Di Muaro Tebo ODP sebelumnya 128 menjadi 134 dan ada satu PDP. 

Di Tanjab Timur, ODP bertambah darai 8 orang menjadi 11 orang dan PDP kosong. Sementara di Tanjab Barat, ODP masih sama dengan laporan sebelumnya, yakni ODP 11 orang dan PDP nihil.

Di Jakarta, Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan pertambahan angka kasus positif itu bukan semata-mata terkait rapid test atau tes massal cepat yang dilakukan. Akan tetapi, ini menjadi bukti bahwa penularan masih terjadi di masyarakat.

“Saya mengulangi bahwa penularan masih terjadi. Kasus positif masih bertambah,” katanya kepada wartawan, Senin (30/3).

Sedangkan kasus kematian juga masih bertambah. Ada 8 tambahan kasus meninggal dunia sehinggal totalnya kini menjadi 122 jiwa meninggal dunia. “Yang sembuh bertambah 11 orang totalnya menjadi 75 orang sudah sembuh,” ujarnya.

Dengan angka ini, Yurianto menegaskam agar masyarakat wajib disiplin dan patuh berada di rumah. Hindari tempat berkumpul yang padat dan juga kerumunan. “Dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun sesering mungkin. Ada yang sakit patuhi etika. Tutup pakai sapu tangan atau masker agar tak menyebar. Lebih aman di rumah. Produktiflah di rumah, berdisiplin,” katanya.

Ada pun sebaran kasus postif covid-19 di 31 Provinsi di Indonesia sebagai berikut. Di Aceh terdapat 5 kasus positif. Bali 19 orang, Banten 128 orang, Bangka Belitung 1 orang, Yogyakarta 18 orang dan terbanyak di DKI 698 orang yang positif. Berikutnya di Jambi jadi 2 orang, Jawa Barat 180 orang, Jawa Tengah 81 orang, Jawa Timur 91 orang, Kalimantan Barat 9 orang dan Kalimantan Timur 17 orang.

Selanjutnya, di Kalimantan Tengah 7 orang, Kalimantan Selatan 5 orang,  Kalimantan Utara 2 orang, Kepulauan Riau 6 orang, Nusa Tenggara Barat 2 orang, Sumatera Selatan 2 orang, dan Sumatera Barat 8 orang. Lalu, di Sulawesi Utara 2 orang, Sumatera Utara 13 orang, Sulawesi Tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 50 orang, Sulawesi Tengah 3 orang, Lampung 8 orang, Riau 3 orang, Maluku Utara 1 orang, Maluku 1 orang, Papua Barat 2 orang,  Papua 9 orang, dan Sulawesi Barat 1 orang. (sau/fey/jpg)





BERITA BERIKUTNYA