JAMBIONE.COM, JAMBI- Penanganan Covid-19 di Jambi menuntukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Jumat (3/4) kemarin, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODp) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Meski demikian, sebarannya di kabupaten dan kota, grafiknya masih naik turun.
Berdasarkan rilis dari Gugus Tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Jumat (3/4) sore, secara keseluruhan jumlah ODP di Provinsi Jambi sebanyak 1.087 orang. Jumlah ini turun dari hari sebelumnya yang 1.115 orang. Begitu juga dengan PDP, berkurang dari 15 pada kamis lalu, menjadi 14 orang per Jumat kemarin.
Kemudian, yang sudah dinyatakan positif masih tetap 2 orang dan yang menunggu uji swab 5 orang. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, sebaran ODP dan PDP terbanyak masih di Kota Jambi. Yaitu ODP bertambah dari 404 menjadi 421. Sementara PDP masih tetap 9 orang.
Kemudian, di Batanghari, ODP kembali bertambah dari 168 menjadi 173 orang dan PDP kosong. Di Sarolangun ODP berkurang drastis dari 19 menjadi 4 orang. Kemudian PDP yang sebelumnya dilaporkan 1 orang kini sudah dilaporkan kosong. Kondisi yang sama terlihat di Merangin. ODP di Merangin berkurang drastis dari 22 menjdi 4 orang dan PDP masih kosong.
Selanjutnya, di Kota Sungai Penuh, jumlah ODP masih sama dengan yang dilaporkan sehari sebelumnya, yakni 13 orang dan PDP kosong. Berikutnya, di Kerinci, ODP bertambah satu orang dari 104 menjadi 105 orang. PDP juga bertambah dari 3 menjadi 4 orang. Lalu, di Muarojambi, ODP berkurang dari 145 menjadi 140 orang dan PDP kosong.
Berikutnya, di Kabupaten Bungo, ODP kembali berkurang dari sehari sebelumnya, yakni 117 menjadi 111 orang dan PDP yang dilaporkan sebelumnya 1 orang, jumat kemarin sudah tidak ada lagi. Di Muara Tebo ODP juga turun dari 100 menjadi 90 orang dan ada 1 PDP. Lalu, di Tanjab Timur, ODP dilaporkan masih sama dari sehari sebelumnya, yakni 9 orang dan PDP kosong. Terakhir di Tanjab Barat, ODP bertambah dari 14 menjadi 17 orang dan PDP nihil.
Sementara itu, secara nasional, kurva penularan wabah virus Corona di Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan. Justru pada Jumat (3/4), terjadi penambahan kasus pada titik tertinggi. Ada penambahan 196 kasus baru sehingga total kasus positif menjadi 1.986 orang.
Penambahan ini adalah rekor tertinggi selama ini. Biasanya pertambahan kasus positif berada di kisaran 100 hingga 130 kasus per hari. “Penambahan kasus ada 196 orang sehingga total 1.986 kasus. Ini artinya penularan masih terjadi di luar,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat (3/4).
Sedangkan kasus meninggal ada penambahan 11 jiwa sehingga total menjadi 181 jiwa. Selain masyarakat, banyak juga tenaga medis yang meninggal dunia. “Memang kita sangat prihatin, rasa duka yang mendalam dan rasa belasungkawa atas bertambahnya korban baik dari masyarakat atau tenaga medis yang jadi ujung tombak dalam perawatan saudara-saudara kita yang terkena Covid-19 ini. Kami, atas nama pemerintah berduka atas meninggalnya mereka. Di antara mereka ini ada guru-guru kita, ada senior-senior kita yang tanpa lelah menurunkan ilmu mereka kepada kita semua,” paparnya.
Kabar baiknya ada 22 tambahan kasus pasien sembuh. Sehingga total kasus pasien sembuh sebanyak 134 orang. “Mari kita bertekad memutus penyebaran. Menghentikan penyebaran ini. Kuncinya bagaimana kita sikapi dengan perilaku kita. Pertimbangkan kembali kalau akan bepergian kemana pun. Tempat paling aman adalah di rumah dengan keluarga,” jelas Yurianto.
“Saya sarankan tidak usah bepergian, apalagi dalam situasi yang kita lihat dari hari ke hari kasus ini bertambah banyak. Mari kita lindungi orang tua kita dan anak-anak kita agar tidak tertular penyakit ini,” tegasnya.(ist)