Kapolda : Masyarakat Jangan Mengabaikan Himbauan Pemerintah

Social Distancing Terabaikan, Terjadi Penumpukan Warga di Samsat Jambi

Rabu, 08 April 2020 - 07:33:00 WIB - Dibaca: 1881 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, Selain kepulangan pasien positif covid-19 dari rumah sakit, kebijakan Pemprov Jambi membuka layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Jambi sejak  Senin, 6 April juga banyak  dikritik dan dipertanyakan masyakarat. Karena dinilai kontraproduktif dengan keputusan pemerintah sendiri yang melarang masyarakat berkumpul atau lebih popular disebut Social Distancing.

Pantauan di lapangan, pada hari kedua dibuka,  Selasa (7/4) kemarin, suasana di kantor Samsat Jambi tampak ramai. Sepanjang jalan di depan Kantor Samsat di kawasan Jalan Gajah Mada, Jelutung itu terlihat padat. Bahkan arus lalu lintas beberapa kali padat merayap. Sebab petugas Satpol PP yang berjaga menerapkan penjarakkan cukup ketat. Bahkan antrean kendaraan, khususnya mobil, juga dibatasi.

Sementara di halaman hingga ke dalam kantor Samsat juga terlihat banyak warga antre mengurus pajak kendaraan. Inilah yang banyak dikritik dan dipertanyaan warga. Di media sosial (medsos) pun, para nitizen ramai membahas masalah pembukaan layanan pajak di Kantor Samsat  tersebut.

Umumnya mereka mempertanyakan langkah Pemprov Jambi membuka layanan pajak secata tatap muika langsung. Sebab saat ini semua tengah sibuk membatasi tatap muka langsung, tapi justru di samsat kesempatan tatap muka langsung diberikan.

Memang terlihat protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan. Seperti jarak antrean, dan cuci tangan disediakan. Namun tidak ada yang bisa menjamin kawasan itu bebas dari warga yang kemungkinan adalah OTG alias orang tanpa gejala Covid-19.

Salah warga yang mau membayar pajak mengatakan informasi dari samsat tidak jelas. "Sekarang ini kita tidak  mengerti dengan alurnya. Ada yang bilang untuk kumpulkan STNK dan ada yang bilang isi formulir dulu. Padahal pemerintah sendiri melarang ngumpul-ngumpul seperti ini.  Seharusnya di tunda dulu hingga corona ini pergi," kata warga yang minta namanya tidak ditulis tersebut.

Sebelumnya, lanjut dia, pada tanggal 23 maret lalu dirinya sudah datang ke kantor samsat untuk membayar pajak kendaraannya. Ketiak itu ada himbauan pembayaran pajak ditunda hingga tanggal 4 April. Senin (6/4) lalu, dia datang lagi. Tapi batal membayar pajak.  Kemudian, pada hari kedua, Selasa (7/4) mkemarin, tetap ramai.

"Harusnya jangan seperti ini. Disuruhnya kita di rumah, nyatanya terdapat ngumpul seperti ini. Bukan 10 orang lagi, tapi sudah lebih ratusan orang berkerumunan," ujarnya.

"Himbauan online memang ada. Namun seperti ini bukan himbauan lagi. Mereka hanya menyuruh kita cepat-cepat bayar pajak. Untuk pembayaran online tidak berfungsi. Kita mau bayar tidak bisa, dengan alasan tidak bisa di input," sambungnya.

"Saya sudah dua kali mau bayar melalui online. Tapi tidak bisa. Jadi informasi dari samsat sendiri tidak jelas," pungkasnya.

Kepala UPTD Samsat Kota Jambi, Ariansyah saat di konfirmasi wartawan mengatakan sebelumnya kantor Samsat sudah dua pekan tutup sampai dengan 4 April. Ini sesuai petunjuk dari pemerintah pusat.

"Memang selama dua minggu kami tutup jam operasional sampai dengan tanggal 4 April. Kami mempersiapkan semua protokol Covid-19 yang sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat. Mulai dari tempat untuk cuci tangan dan APD ntuk para petugas," jelasnya.

            "Kami juga mempersiapkan alur pemecahan pembayaran pajak. Di setiap lokasi pembayaran pajak sudah kami terapkan protokol kontinen yang berjarak 1 meter dari petugas penerima berkas sampai dengan yang menunggu," sambungnya.

Di hari pertama samsat masih melakukan evaluasi dengan penerapan protokol di Samsat kota Jambi atau di seluruh Indonesia. Jumlah yang bisa dilayani tiap hari tidak sebanyak hari Biasanya. "Biasanya kami terima 100%. Tapi  kali ini hanya 50% saja. Kita juga menyediakan 2 unit mobil Samsat keliling dan  drive thru untuk melakukan pembayaran pajak," Katanya.

"Namun sedikit terjadi penumpukan di lokasi pintu utama. Karena tidak semua bisa kami layani. Oleh sebab itu kita memberikan solusi dengan memecah pelayanan," sambungnya.

Samsat juga membuka pelayanan di mall Transmart, Jamtos, WTC hingga pelayanan melalui mobile banking yang sudah terkoordinir. Ariansyah berharap mobile banking bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Jambi dan memohon kerjasamanya untuk yang belum bisa masuk ke lokasi pelayanan.

Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman  Satyabudi  saat dimintai tanggapan  mengatakan masyarakat tidak boleh mengabaikan himbauan dari pemerintah. "Layanan kepolisian merupakan salah satu kegiatan instansi yang tidak berhenti. Karena melayani masyarakat itu merupakan tanggung jawab. Namun, kita tetap berpedoman pada himbauan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona,’’ ungkapnya.

"Masyarakat juga diminta untuk tidak mengabaikan himbauan dan arahan dari pemerintah tersebut,’’ katanya.(Cr04)





BERITA BERIKUTNYA