Diminta Tetap di Rumah, Warga Kaya Malah Tinggalkan Kota Naik Helikopter

Jumat, 10 April 2020 - 23:18:08 WIB - Dibaca: 3979 kali

foto ilustrasi
foto ilustrasi ()

 

 

Jambione.com– Cile merupakan negara kedua terparah di Amerika Selatan yang terpapar virus Korona setelah Brasil. Per Jumat (10/4), Cile melaporkan 5.972 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian 57 orang. Pemerintah Cile pun sudah menginstruksikan agar warganya tetap di rumah demi menahan penyebaran wabah Covid-19.

Instruksi itu difokuskan untuk warga di Santiago yang memang menjadi epicentrum wabah Covid-19 di Cile. Hanya saja, saat liburan Paskah, sejumlah warga kaya di Santiago memilih meninggalkan kota dan pergi berlibur di daerah pantai. Mereka pergi dengan helikopter maupun pesawat pribadi.

Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri Cile, Gonzalo Blumel, mengkritik tindakan para warga kaya tersebut. Dia menyebut seharusnya mereka yang kaya bisa menjadi contoh warga lain untuk tetap tinggal di rumah selama pandemi Covid-19.

“Dalam situasi saat ini yang harus ditunjukkan adalah seberapa bertanggung jawabnya kita, seberapa dukungan yang kita berikan, tentunya sebagai warga Cile. Justru saat ini saat yang tepat untuk memberikan contoh bago semuanya,” kata Blumel dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

“Tinggal di rumah bukan hanya sekadar keharusan, itu adalah kewajiban moral dan etika,” imbuhnya.

Langkah-langkah karantina khususnya di Santiago yang biasanya ramai mengharuskan penduduk untuk tinggal di rumah. Pejabat kesehatan Cile mengatakan awal pekan ini bahwa mereka berencana untuk memagari kota, mendirikan pos pemeriksaan di jalan yang diawaki oleh polisi dan militer. Tentunya ntuk mencegah penduduk kota melarikan diri ke rumah kedua di daerah pedesaan. Karena hal itu berisiko menyebarkan wabah Covid-19.

Hanya saja, Wali Kota Santiago, Felipe Guevara mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa dirinya menerima laporan orang-orang kaya menggunakan helikopter atau pesawat terbang pribadi atau yang disewa untuk meninggalkan kota menuju rumah kedua yang ada di pedesaan atau di pantai. Hal inilah yang membuat Pemerintah Cile lewat Mendagri memberikan kritik keras.(*/sumber:jawapos.com)

 





BERITA BERIKUTNYA