JAMBIONE.COM, JAMBI - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di bawah koordinasi Pemerintah Kota Jambi terus bergerak cepat. Tidak hanya dalam aspek pemutusan matarantai penyebaran COVID-19 yang menjadi fokus pemerintah, namun dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat digaris prasejahtera pun juga menjadi perhatian.
Pasalnya beberapa kebijakan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat. Khususnya bagi pekerja yang mendapat hasil hari ini untuk kebutuhan makan hari esok.
Dibawah komando Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Gugus Tugas kembali melahirkan gagasan cemerlang. Fasha menginisiasi bantuan tanggap darurat dengan menyediakan 1500 nasi bungkus gratis untuk masyarakat setiap harinya, yang dimulai, Jumat (3/4).
Kemarin (12/4) program tersebut genap berjalan 10 hari. Artinya sudah adanya 15 ribu nasi bungkus siap santap yang sudah disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran nasi bungkus tersebut fokus pada tiga titik di Kota Jambi, yakni di Tugu Keris Kota Baru, Depan Mall WTC, dan di depan Mall Lippo.
Sebanyak 1500 nasi bungkus yang disiapkan setiap hari itu diberikan kepada pekerja sektor informal seperti para pengemudi ojek, sopir angkot, tukang sapu jalan, dan warga lainnya.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, pihaknya sudah melakukan jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang terdampak langsung dari bencana wabah COVID-19 tersebut.
“Bagi pekerja yang dapat penghasilan hari ini untuk makan hari esok, itulah yang menjadi sasaran kita. Kami menyiapkan makan siang gratis untuk masyarakat yang masuk kategori tersebut. Setiap hari kami sediakan 1500 nasi bungkus kepada para pekerja harian tersebut, setidaknya mereka tidak mengeluarkan uang lagi untuk makan siang, kasihan, karena mereka terimbas langsung akibat penanganan COVID-19 ini," ujar Fasha.
Fasha mengatakan, kegiatan penanganan COVID-19 ini harus berjalan komprehensif dari semua aspek, dan semua kebijakan yang diambil penuh dengan perhitungan.
"Semua kebijakan yang diambil Gugus Tugas ini sudah dengan perhitungan, dan sudah diantisipasi akan melahirkan konsekwensi logis, termasuk berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, meski ini berat kita lalui, namun berbagai kebijakan yang diambil itu insyaAllah akan berdampak baik dan bermanfaat bagi masyarakat," terang Fasha.
Fasha menambahkan, anggaran yang diambil untuk melakukan kegiatan sosial berbagi makan siang gratis tersebut berasal dari dana sumbangan masyarakat dan pelaku usaha yg dihimpun melalui rekening kemanusiaan Kota Jambi Peduli COVID-19.
"Alhamdulillah, kita bisa manfaatkan bantuan para dermawan melalui dompet Kota Jambi Peduli COVID-19, rekening ini memang digunakan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan," terang Fasha.
Menurut Fasha, pemberian makan siang gratis ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya guna melihat efektifitas program tersebut. Ia berharap, minimal bisa membantu masyarakat, sehingga mereka tidak lagi memikirkan biaya untuk makan siang.
"Untuk Ramadhan nanti akan diganti dengan pembagian takjil dan nasi kotak. Ditambah lagi dengan sembako murah. Kami sudah siapkan sekitar 15.000 paket sembako murah," katanya.
Walikota Fasha juga mengatakan dalam pembagian nasi bungkus ini tetap memperhatikan social distancing. Selain itu juga tetap diterapkan protokol kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan.
Fasha juga mengatakan, telah menugaskan Bappeda Kota Jambi untuk menghitung berapa banyak jumlah masyarakat yang terdampak langsung oleh COVID-19 tersebut.
“Kita tidak ingin bantuan secara global yang nantinya masyarakat tidak terdampak juga dapat. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran, betul-betul saudara-saudara kita yang terdampak," ungkapnya.
Sementara pengemudi ojek online (Ojol), Yanto mengatakan penghasilannya turun hingga 70 persen akibat adanya wabah Corona ini. Biasanya setiap hari ia bisa membawa pulang sebesar Rp200.000. Namun sekarang hanya tinggal Rp50.000-70.000 setiap hari.
"Jadi kami berterima kasih atas bantuan makan siang dari pak Wali ini. Ini sangat membantu kami. Sudah dua hari ini kami merasakan ada bantuan makan siang gratis," katanya.
Sementara itu ditempat berbeda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Jambi Suhendri, mengatakan sudah mempersiapkan skema jaring pengaman sosial. Bappeda membagi ke dalam tiga segmen penting dalam penanganan COVID-19 ini. Yang pertama adalah bidang kesehatan. Pemerintah telah mempersiapkan prasarana dan alat kesehatan sekaligus tenaga kesehatan dan sukarelawan untuk menangani Covid-19 ini. Termasuk di dalamnya pemerintah juga sudah mempersiapkan insentif dan juga makan minum petugas. Yang kedua, adalah bidang ekonomi. Dan yang ketiga, pemerintah juga telah mempersiapkan jaring pengaman sosial sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.
Di mana pemerintah harus memberikan bantuan baik berupa pangan maupun barang. Selain itu juga pemerintah telah menganggarkan dana insentif untuk instansi vertikal yang membantu pemerintah menangani COVID-19 ini.
"Pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat berupa sembako. Anggaran sudah kita persiapkan sekitar Rp9,3 miliar untuk 15.000 Kepala Keluarga," katanya.
Suhendri menambahkan, bantuan itu akan disalurkan selama 3 bulan. Termasuk jika kondisi semakin memburuk, pemerintah telah siap mengantisipasinya.
"Kalau kondisi semakin memburuk, data ini akan kami perbaharui lagi. Data ini sudah by name by address. Dimana ini adalah data masyarakat yang terdampak langsung," katanya.
Suhendri mengatakan, total anggaran secara keseluruhan dari APBD Kota Jambi untuk penanganan COVID-19 ini hampir Rp44 miliar.
Sementara diluar APBD, Wali Kota Jambi Syarif Fasha juga berinisiatif menggalang dana dari para dermawan melalui rekening Kota Jambi Peduli.
"Kita berharap peran serta masyarakat khususnya kelompok dunia usaha juga turut berpartisipasi membantu kegiatan ini," katanya. (ali)
Tak Peduli Corona, Pria Ini Nekat ke Panti Pijat, Akhir Kena Grebek Polisi
Lagi, Majelis Taklim Masjid Baitul Insyiroh VGM Bagi 200 Paket Sembako kepada Warga terdampak Corona
Setuju Anggaran Covid-19 Ditambah Rp 200 M, Ketua DPRD Minta Pemprov Segera Validasi Data
Dampak Corona, Meutya Hafid Minta Pemerintah Juga Beri Insentif ke Perusahaan Pers