Dampak Covid-19, 4.008 Tenaga Kerja Dirumahkan

Senin, 13 April 2020 - 06:49:46 WIB - Dibaca: 1945 kali

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Bahari.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Bahari. (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Wabah virus corona (Covid-19) berdampak buruk pada industri, bisnis perhotel dan usaha pendukungnya di Indonesia. Termasuk di Jambi. Sejumlah hotel, Mall dan tempat usaha  menghentikan opersional. Menurut data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi, dalam sebulan terakhir sebanyak 4.008 tenaga kerja sudah dirumahkan akibat dampak dari Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Bahari menyebutkan selain 4.008 tenaga kerja yang dirumahkan, ada 7 orang yang di-PHK. Seluruh tenaga kerja ini dari 48 perusahaan yang ada di provinsi Jambi. "Ada 48 perusahaan dan 4.008 tenaga kerja dan 7 orang yang di PHK karena Dampak Covid," katanya, dikutip dari jamberita.com. Sabtu (11/4/2020)

Menurut Bahari, ribuan tenaga kerja yang dirumahkan karena dampak Covid-19 tetap mendapatkan upah. Bahari menghimbau kepada perusahaan untuk memilih PHK sebagai jalan terakhir. " Kalau bisa ya, pengusaha menghindari PHK. PHK adalah upaya terakhir. Artinya langkah-langkah jangan sampai terjadi PHK harus dilakukan perusahaan. Seperti pengurangan upah, fasilitas atau jam lembur," katanya.

Lebih lanjut Bahari mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan kartu Pra Kerja bagi tenaga kerja yang di PHK. Ini merupakan salah satu langkah pemerintah meringankan beban tenaga kerja dan masyarakat yang terdampak langsung oleh covid-19.

Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, sejumlah usaha bidang perhotelan dan perdagangan di Jambi sudah menghentikan opersionalnya sejak covid-19 mewabah. Sejumlah pusat perbelanjaan yang menjual barang non sembako terliha tutup. Gerai matahari di di Mall Kapuk tutup. Begitu juga di Lippo Plaza. Sejumlah kios di WTC juga memilih tutup.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jambi, Yudhi Irwanda Gani membenarkan hampir seluruh hotel di Kota Jambi sudah merumahkan karyawannya. Ini dilakukan karena sudah tidak mampu lagi beroperasional.

‘’ Kalau dibilang tutup sih tidak. Kita tetap buka. Tapi yang nginap tidak ada lagi. Jadi bagaimana mau operasional. Makanya hampir seluruh hotel sudah merumahkan karyawannya,’’ katanya saat dihubungi Minggu (12/4) malam.

Yudhi tidak menampik data 4.008 tenaga kerja yang dirumahkan dari Dinas Nakertrans Provinsi Jambi itu, sebagian adalah karyawan hotel.  Kebijakan merumahkan karyawan ini dilakukan untuk menekan biaya. Karena tingkat hunian yang menurun drastis sejak wabah covid-19.

‘’ Mudah mudahan wabah corona ini cepat selesai. Supaya kita bisa beroperasi lagi. Sebagai pelaku usaha, kita mendukung semua kebijakan pemerintah untuk menyelsaikan masalah covid-19 ini,’’ katanya.

Berdasarkan data dari BPS, saat ini terdapat lebih dari 90 hotel, pondok Wisata dan jasa akomodasi lainnya. RInciannya, bintang 1 di Jambi ada 7. Bintang 2 ( 4), Bintang 3 (8), Bintang 4 (7), Hotel Melati 65, Pondk Wisata 1 dan Jasa Akomodasi lainnya ada 2.

Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan kondisi perbankan masih positif di tengah pandemi Covid-19. Sejauh ini, indikator perbankan juga kuat. Kendati demikian, LPS sudah menyiapkan skenario antisipatif terkait dengan wabah global tersebut.

“Secara umum, perbankan masih stabil,” ucap Sekretaris LPS Muhamad Yusron Jumat (10/4).

Kondisi itu, menurut dia, tecermin dari indikator tingkat pemodalan sebesar 22,27 persen. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) yang mencapai 91,76 persen menunjukkan likuiditas masih aman.

Risiko kredit berada pada level 2,79 persen dengan return on assets (ROA) 2,46 persen yang terpantau stabil. “Beberapa bank bahkan memiliki LDR lebih rendah. Terutama bank buku 1 dan 2 yang berada pada level 88–89 persen,” jelasnya.

Selain itu, simpanan masih menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,77 persen. “Bahkan, data harian sampai akhir Maret lalu memperlihatkan peningkatan pertumbuhan menjadi 9,79 persen year-on-year,” katanya.

Begitu pula tren rata-rata suku bunga simpanan industri perbankan yang turun 28 basis points (bps) menjadi 5,5 persen sepanjang kuartal I.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyatakan bahwa saat ini LPS memiliki total aset Rp 128 triliun. Dari angka tersebut, Rp 120 triliun digunakan untuk menangani perbankan yang gagal.

Mekanismenya, LPS akan meminjamkan jaminan aset surat berharga kepada Bank Indonesia (BI) senilai Rp 60 triliun. Sementara itu, sisanya digunakan untuk membayar pinjaman tersebut tiga bulan kemudian. Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bahwa saat ini likuiditas perbankan masih aman.(ist/kum/jpg)





BERITA BERIKUTNYA