JAMBIONE.COM, JAMBI- Di saat wabah virus corona (covid-19) sekarang ini, masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Tidak hanya terhadap kesehatan, tapi juga terhadap pelaku kejahatan. Entah ada hubungannya atau tidak, yang jelas bersamaan dengan meningkatnya wabah covid-19, tingkat tindak kriminal juga makin sering terjadi.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Jambi One, dalam dua pekan terakhir terjadi sejumlah kasus tindak kriminal. Mulai dari pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga pencurian dengan kekerasan (perampokan). Beberapa diantaranya yang menonjol adalah kasus perampokan keponakan bos Pempek Selamat, Rabu (8/4) pekan lalu.
Dalam kejadian yang berlangsung di siang bolong, pukul 13.30 Wib itu, korbannya David Wijaya ditembak pelaku menggunakan senjata api (senpi). Selain itu uang yang dibawa korban Rp 20 juta dilarikan pelaku yang berjumlah dua orang.
Pada hari yang sama, kawanan penjahat juga membobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di jalan Ir Juanda, Mayang, RT 33, Kecamatan Kota Baru , Kota Jambi. Dalam kejadian sekitar pukul 05.00 Wib itu, pelaku membongkar mesin ATM menggunakan mesin las. Uang Rp 100 juta lebih dalam ATM dibawa kabur pelaku.
Sehari sebelumnya, Selasa (7/4), sekitar pukul 17.30 Wib, seorang warga Desa Pelawan, Kecamatan Pelawan, Sarolangun ditemukan tewas bersimbah darah. Polisi menduka korban berinisial SN itu adalah korban perampokan. Dia dihabisi pelaku yang merampas motornya. Hingga kemarin, ketiga kasus tersebut belum berhasil diungkap pihak kepolisian.
Selain tiga kasus itu, ada pula kejadian pembobolan sejumlah Alfamart, pencurian di 14 warung dalam satu malam di kota Baru, dan pencopetan di beberapa tempat di Jambi. Yang paling anyar adalah kasus pencurian mobil Daihatsu Terios di kasawan Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (9/4) pekan lalu.
Mobil minibus tersebut disikat pelaku dari dalam garasi saat pemiliknya pergi sholat Jumat. Untungnya, dua pelaku pencirian mobil tersebut berhasil ditangkap polisi. Keduanya diringkus di kawasan Sungai Iilin, Sumsel. Di lapangan dan media sosial, banyak yang menghubung hubungkan kejadian tindak kriminal tersebut dengan sulitnya ekonomi disaat wabah covid-19 sekarang ini.
Praktisi Hukum Jambi Ibnu Kholdun mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya peningkatan kriminalitas. Salah satu yang utama adalah faktor Ekonomi dan susahnya mendapatkan pekerjaan.
‘’ Salah satu faktor penyebab peningkatan kriminalitas adalah ekonomi. Karena memenuhi kebutuhan hidup, seperti makan adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Jadi orang sanggup melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ditambah lagi dengan sempit nya lapangan pekerjaan,’’jelasnya.
Apalagi, menurut Kholdun, di situasi Pandemi Corona saat ini , pergerakan serba dibatasi. Beraktifitas kita dibatasi. Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa ditunda. Mereka ingin makan, sementara yang ingin dimakan tidak ada. Ditambah lagi dengan kurangnya perhatian pemerintah, sehingga mereka sanggup melakukan hal apa saja. Termasuk melakukan tindakan kriminal. " Faktor seperti ini yang membuat tinggi nya tingkat kriminalitas", tegas Ketua YLKI Provinsi Jambi ini.
Kholdun meyakini, tingkat kriminalitas akan menurun, jika di tengah pandemi Corona, pemerintah mensubsidi masyarakat yang tidak mampu. ‘’ DI saat aktifitas masyarakat dibatasi. Disuruh dirumah saja, pemerintah seharusnya pemerintah mensubsidikan mereka. Terutama bagi yang tidak mampu. Kalau kebutuhan pokok terpenuhi, mmungkin tingkat kriminalitas juga akan menurun," pungkasnya.
Terpisah, Direktur Reseser Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda jambi Kombes Pol M Yudha Setyabudi mengatakan pihaknya akan memback-up Polrestas Jambi menangani kasus kasus tindak kriminal di wilayah Kota Jambi. ‘’ Kita akan bekerjasama dan memback-up penanganan kasus yang ditangani Polresta Jambi," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan dalam situasi seperti saat ini masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Menurut dia, di tengah pandemi Corona sekarang ini, masyarakat tidak boleh lengah. Disamping kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19, jangan lupa juga waspada terhadap tindakan kriminalitas. ‘’ Jangan terlalu mencolok dan memancing pelaku kejahatan. Misalnya memakai perhiasan yang berlebihan. Itu kan bisa memicu terjadinya perampokan. Kejahatan itu bisa terjadi karena ada peluang dan kesempatan,"katanya.
Terkait dengan peningkatan peristiwa kriminalitas yang sedang marak terjadi di Jambi saat ini, Kuswahyudi mengatakan pihak kepolisian akan lebih meningkatkan lagi pengawasan dan pengamanan. Salah satunya dengan cara meningkatkan patroli. ‘’ Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan. Mari sama-sama kita menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak ada toleransi bagi para pelaku kejahatan. Kita akan bertindak tegas", sambungnya.
Apakah salah satu penyebab peningkatan kriminalitas ini ada hubungannya dengan pembebasan para narapidana beberapa waktu lalu? Menurut Kuswahyudi, setiap warga binaan yang dibebaskan, semua tetap dalam pengawasan polisi. ‘’Bila melakukan kejahatan akan kita tindak, ‘’ pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Tokoh Pemuda Muhammadiyah Provinsi Jambi Muhammad Awal mengatakan, pandemi Covid-19 yang hingga kini belum bisa dikendalikan akan menimbulkan dampak di berbagai sektor. Menurut dia, saat ini banyak warga kehilangan mata pencaharian. Di tambah lagi himbauan yang mengharuskan masyarakat tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini, kata dia, sangat berpengaruh kepada perekonomian masyarakat. Apa lagi bagi yang tidak berpendapatan jelas. Buktinya, saat ini sudah marak sekali terjadi kejadin rumah kebolan, penjarahan di toko, ATM dibobol, pencurian motor dan lain lain. ‘’ Untuk apa mereka melakukan itu? Iya untuk memenuhi kebutuhan hidup," katanya.
Menurut Awal, fenomena yang terjadi di lapangan saat ini tidak bisa dianggap remeh dan kejadian biasa. Kejadian demi kejadian ini tentu ada factor penyebabnya. ‘’Makanya, saya menghimbau kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi di lapangan. Masyarakat tidak hanya butuh himbauan, tapi juga butuh perhatian dan uluran tangan pemerintah, ‘’ kata Ketua Umum IMM Provinsi Jambi ini.
Awal mendesak pemerintah memikirkan langkah langkah terbaik yang harus dilakukan. Supaya tidak ada lagi kasus penjarahan. Kemudian, kepada pihak kepolisian dari tingkat Polda hingga jajaran di bawahnya harus memperketat lagi keamanan supaya bisa meminimalisir terjadinya tindak kriminalitas. (cr04)