JAMBIONE.COM, SENGETI- Kelengkapan fasilitas ruang isolasi di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi harus diperhatikan. Termasuk koordinasi dengan puskesmas-puskesmas agar dapat dilakukan dengan cepat agar penanganan bisa dilakukan secara tepat dan cepat.
Hal itu perlu dilakukan RSUD Ahmad Ripin Muarojambi agar setelah resmi ditunjuk oleh pemerintah sebagai rujukan Covid-19 ini, bisa memberikan layanan terbaik.
Hal itu disampaikan Sekda Muarojambi Muhammad Fadhil Arief saat meninjau ruang isolasi pasien terduga terjangkit Covid-19 di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi Rabu (15/4/2020).
Dalam peninjauannya ia minta agar ruang isolasi dilengkapi lagi peralatan dan kelengkapannya. Sehingga bisa digunakan jika ada warga yang diduga terpapar Corona.
" Kita lakukan pengecekan ruang isolasi, dan tadi saya minta agar pihak RSUD untuk melengkapi lagi, supaya nanti kalau ada warga kita yang terduga terkena virus corona bisa ditangani dengan cepat,"jelasnya.
Ia juga menyampaikan RSUD Ahmad Ripin adalah rumah sakit sebagai rujukan Covid-19 diantara 300 RS yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Untuk itu kita juga perlu menyiapkan fasilitas pendukungnya,agar ketika ada pasien terjangkit covid-19 bisa ditangani dengan baik, "jelasnya.
Selain itu ia juga minta kepada Dinas kesehatan agar meningkatkan koordinasi dengan pihak puskemas.
" Saya juga minta Dinas Kesehatan Muarojambi untuk meningkatkan koordinasi dengan puskesmas, untuk mendeteksi dini penyakit tersebut," kata Fadhli Arief. (wil)
Bantu Penanganan Covid-19, DPRD Sungai Penuh Alihkan Anggaran Rp 1,5 M dari Perjalanan Dinas
Bupati Tebo Hadiri Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRD Terhadap Ranperda
Kades Baru Semerah Video Conference Dengan Menteri Desa PDTT RI Membahas Penanganan Covid-19
Walikota Sungai Penuh Keluarkan SE Bebaskan Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Pasar
Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, Dua Dokter dan Tiga Pegawai Bank di Tungkal di Rapid Test
Terdata 38 Orang Kontak dengan Pengusaha Positif Covid-19 Asal Kualatungkal, 32 Sudah di Rapid Test
Dianggarkan Rp24 M, CE Minta PUPR Percepat Pengerjaan Jalan Spintun