Awas! Penularan Corona Melalui Komunitas, Sudah 8 Warga Jambi Positif

Sabtu, 18 April 2020 - 08:04:22 WIB - Dibaca: 3203 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Tren jumlah aksus baru positif virus corona (covid-19) di Provinsi Jambi terus meningkat. Hingga Jumat (17/4) kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif di Jambi sudah delapan orang. Pasien baru dengan kode 08 (02 KJ) tersebut diketahui tinggal di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hari ini dan beberapa hari kedepan.

Makanya, masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan atau protocol yang sudah ditetapkan pemerintah. Sementara itu, pemerintah juga diminta lebih agresif lagi melokalisir dan melakukan tracing rekam jejak pasien pasien positif. Pasalnya melihat rekam jejak dan kontak beberapa pasien yang sudah terkonfirmasi positif, dikhawatirkan bakal terjadi lonjakan kasus positif. Dan provinsi bisa jadi masuk Zona Merah (red zone) covid-19.

Kekhawatiran banyak pihak ini cukup beralasan. Beberapa kriteria mendekati  Zona Merah itu sudah ada di Jambi. Diantaranya, tren jumlah kasus terus bertambah. Dan berpotensi terus meningkat. Separuh wilayah jambi sudah terjangkit. Kemudian penyeberan melalui penularan lokal sudah terjadi. Yaitu melalui kelompok komunitas. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah tingkat  kedisiplinan masyarakat yang masih sangat rendah terhadap aturan dan protocol yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Seperti diketahui, empat pasien yang sudah terkonfirmasi positif ternyata punya kaitan erat.  Sama sama jamaah tabligh. Dua diantaranya disebut dari ‘klaster Gowa’. Yaitu pasien 06 dan psien 08. Keduanya sama sama berasal dari Kota Jambi. Keduanya disebut dari klaster Gowa, karena punya riwayat perjalanan ikut Ijtima Tabligh Akbar di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), 16 Maret lalu.

Kemudian, dua lagi pasien 02 asal Kerinci dan pasien 07 Asal Sungai Penuh. Keduanya disebut dari ’klaster Malaysia’. Karena penularan keduanya diduga dari sumber yang sama. Pasien 07 punya riwayat perjalanan menghadiri tabligh akbar di Malaysia pada akhir Februari  2020 lalu. Pulang ke Sungai Penuh pada awal Maret lalu. Pasien 02 dan 07 satu kelompok pengajian di Kerinci dan Sungai Penuh.

Nah, anggota dua klaster ini jumlahnya cukup banyak. Memang sebagian dari mereka sudah diperiksa dan dilakukan rapid test. Hasilnya ada yang positif dan negatif.  Namun, diperkirakan masih banyak lagi yang belum terdata.  Masalahnya lagi, bukan tidak mungkin, yang hasil rapit test awalnya negatif, bisa berubah menjadi positif ketika rapid test kedua atau uji swab.

Contohnya adalah pasien postif 08. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha dalam keterangan persnya Jumat (17/4) mengatakan pasien 02 KJ (08) berusia 63 tahun, yang kini dirawat di RSUD Raden Mattaher pernah di rapid test dan hasilnya negatif. Menurut Fasha, pasien memiliki riwayat perjalanan sama persis dengan pasien 01 KJ (06). Dia berangkat ke Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada 16 Maret 2020.

Kemudian tanggal 20 Maret tiba kembali di Kota Jambi. Pada 29 Maret yang bersangkutan dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Jambi dengan status PDP. Namun pada saat itu, hasil rapid test menunjukkan hasil negatif. Kemudian pada 2 April yang bersangkutan pulang, karena sudah dinyatakan dalam keadaan membaik.

“13 April pasien 02 KJ ini kembali ke rumah sakit untuk kontrol, dan hasil rapid test ternyata positif saat itu. Kemudian pada tanggal 14 April diambil tes PCR (Swab), pada 17 April diumumkan hasil swab nya positif,” kata walikota Jambi ini.

Menurut dia, khusus rombongan (Cluster) Gowa, sebanyak 34 orang yang memiliki kontak telah dilakukan rapid test tahap satu. Hasilnya negatif.  Satu minggu kedepan akan dilakukan rapid test tahap kedua. “Kami himbau kepada warga yang pernah berangkat ke Gowa supaya langsung lapor kepada petugas kesehatan, supaya dilakukan pengecekan kesehatan. Kalau malu mendatangi puskesmas, silahkan hubungi petugas kami, kami akan jemput,” katanya.

Fasha mengatakan, pemerintah terus melakukan tracking (pelacakan) terhadap warga yang memiliki riwayat perjalanan sama dengan pasien baik 01 maupun 02. Jika dalam perjalanannya nanti ada yang tidak mau dilakukan pengecekan kesehatan, maka tim gugus melibatkan kepolisian dan TNI akan menjemput paksa.

“Kami harap tak sampai seperti itu, lebih baik langsung mendatangi layanan kesehatan agar dicek. Supaya tidak merugikan banyak orang, baik keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Kemudian, Fasha juga menghimbau, bagi warga yang memiliki riwayat perjalanan sama, supaya mengisolasi diri secara mandiri. Nantinya petugas puskesmas akan melakukan pemantauan 24 jam.

Kabarnya, selain dari Kota, ada juga rombongan jamaah dari kabupaten dan Kota lainnya yang berangkat ke Gowa. Total  keluruhan yang berangkat dari Jambi sekitar 185 orang.  Data yang diperoleh Jambione, selain Kota Jambi, rombongan terbesar dari kabupaten Merangin. Yaitu 29 orang.

Sumber Jambi One menyebutkan, data tersebut diketahui dari pendalaman yang dilakukan Dinas Kesehatahn Merangin.  Dari jumlah tersebut, 7 orang sudah kembali ke tempat masing-masing di Kabupaten Merangin, 1 orang kembali ke Kabupaten Serang (ke rumah orang tuanya), 18 orang dalam perjalanan, dan 3 orang sedang melaksanakan ibadah keluar selama 40 hari di Kota Jambi.

Belum lagi di Kerinci. Setelah mengetahui riwayat perjalanan pasien 07 postif Covid-19,  Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama Dinas Kesehatan Sungai Penuh langsung melakukan contak tracing. Mereka sudah mendata orang orang yang pernah kontak dengan si pasien  yang punya riwayat perjalanan ikut tabligh akbar di Malaysia.

Kepala Dinas Kesehatan Sungai Penuh melalui Sekretaris Dinkes, Azwarman, mengatakan pihaknya sudah melakukan rapid test terhadap 31 orang. Sebagian besar anggota jamaah tabligh yang pernah kontak dengan pasien 07, Jumat (17/4) .  Menurut Azwarman,  sebagian besar yang diperiksa itu adalah Jamaah Tabligh yang pernah kotak dengan pasien 07. Kemudian ada juga tim medis yang menjemput pasien beberapa waktu lalu.  " Dari hasil rapid test, 31 orang itu semuanya negatif.  Kita akan melakukan rapid test kedua setelah 10 hari lagi,"sebutnya. 

Melihat fenomena ini banyak pihak meminta pemerintah lebih serius dan fokus mendata dan memantau kedua kelompok ini.  Anggota DPRD Provinsi Jambi, Akmaluddin menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus bisa bekerja sama dalam mengatasi Covid 19 ini. Selain itu, wakil rakyat dari Batanghari ini juga meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap orang atau kelompok yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri maupun di luar daerah.

‘’ Pengawasan harus dilakukan secara maksimal. Supaya ODP bisa mengisolasi diri secara mandiri sampai statusnya selesai, tentu kita berharap pengawasan ini sampai ke ketua RT dan memberdayakan puskesmas,"katanya. 

Sementara itu, Tim Gugus Tugas juga diharapkan untuk melakukan pengawasan dan penanganan secara maksimal. Artinya, tim gugus tugas dari kabupaten hingga provinsi harus berkoordinasi dengan baik. Sehingga apabila ada warga yang berstatus ODP dapat diawasi secara benar. 

Tidak hanya itu, Akmaludin juga berharap kepada Pemerintah, Babinkamtibmas dan Babinsa harus bisa memberikan edukasi tentang Covid 19 kepada masyarakat. Sehingga dapat memeatuhi imbauan pemerintah yang sudah melarang melakukan pertemuan-pertemuan dan mengurangi aktifitas di luar rumah. (ali/rey/sau/kum)





BERITA BERIKUTNYA