Ada Indikasi Permainan Item Pekerjaan di Pengurusan Reflanting Sawit Merangin

Rabu, 03 Maret 2021 - 13:05:59 WIB - Dibaca: 1666 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Ada dugaan permainan item pekerjaan yang direkayasa dalam kepengurusan Reflanting lahan sawit yang terdapat di Desa Meranti, Kecamatan Pamenang Renah Pamenang.

Informasi yang diperoleh di lapangan, terkait dengan kepengurusan reflanting ada beberapa point, namun dari point tersebut ada point nomor 3 terkait dengan "pembuangan anak kayu".

Dari informasinya pembuangan anak kayu tersebut, diperolehlah biaya yang dianggarkan oleh pengurus (Gafoktan) sebesar Rp.500.000 per Ha.

Hal ini di bantah oleh salah seorang anggota Gapoktan Desa Meranti, Selasa (2/3/21), di Aula Kantor Desa.

"Berdasarkan pekerjaan saya, di lapangan saya tidak pernah menganggarkan adanya anggaran yang dimaksudkan tersebut.

Apa yang kami kerjakan sudah terdokumentasi semua dan sudah ada semua, semua apa yang kami kerjakan sudah sesuai dengan juklak dan juknisnya, pembersihan anak kayu tersebut hanya untuk lahan yang ada anak kayunya," itulah kilah salah seorang anggota Gafoktan.

Selah berdebat dengan DPD Apkasindo Jokowahyono, maka mulai lah terkuak persoalan yang di "bungkus" dengan rapi tersebut.

"Memang ada dianggarkan untuk pembuangan anak kayu, lahan yang dilakukan reflanting ada seluas 91 Ha, pada tahun 2020, yang dilakukan pembuangan anak kayu ada seluas 81 Ha, sementara yang 10 Ha nya lagi sudah semak belukar," ujarnya.

Dengan pengakuan nya tersebut DPD Apkasindo Merangin mengambil kesimpulan, kalau yang dilakukan pembuangan anak kayu hanya 10 Ha, sementara yang 81 Ha nya lagi, diduga difiktifkan.

DPD Apkasindo Merangin Jokowahyono, akan meminta Sucofindo untuk kejar temuan tersebut. "hal ini sudah pernah juga di laporkan ke DPP, bahkan di RAB ada yang sengaja di "bungkus", misal pekerjaan mencabut tunggul (Rp.500 ribu per ha), untuk apa ada item pekerjaan ini, kan ada pekerjaan land clearing (luku dan harrow), Ternyata setelah ditelusuri memang sengaja di "bungkus". 

Pihak BPDPKS dan Rekanan Peng AUDIT (Sucofindo) harus mengejar yang beginian, jangan Petani dikorbankan dengan RAB "bungkusan"," tandasnya. (Key)





BERITA BERIKUTNYA