JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Panji Legowo, memang memiliki kekurangan fisik, namun di tengah kekurangannya ia memiliki kelebihan dan memiliki jiwa semangat pantang menyerah. Mahasiswa lulusan terbaik Universitas Jambi ini merupakan anak seorang penyadap getah karet yang memiliki segudang prestasi dan banyak mendapatkan medali. Bahkan saat ini ia telah menerbitkan sebuah buku antalogi yang berjudul Huru Hara.
Buku antalogi puisi tersebut berisi keresahan yang ia rasakan di lingkungan sosial masyarakat. Salah satu kasus korupsi di Indonesia yang masih saja ada. Kemudian kasus perundungan baik di lingkungan nyata maupun media sosial, serta konflik masyarakat lainnya.

Tidak hanya itu, Panji sekarang sedang menggarap sebuah novel tentang perjalan hidupnya. Dari sekolah sampai sekarang. Ia berharap novel yang ia tulis nantinya diterima oleh masyarakat dan memberikan energi positif bagi pembacanya. Dalam waktu dekat novel tersebut akan diterbitkan.
Ia terlahir prematur dari keluarga yang seadanya, namun tetap semangat menggapai cita-citanya. Keterbatasan fisik dan ekonomi yang tergolong bawah, menjadi motivasinya untuk terus bangkit.

“Saya dilahirkan prematur, cuma enam bulan di kandungan. Sewaktu masih dalam kandungan, Ibu saya divonis dokter melahirkan anak yang tidak bisa jalan atau tidak normal seperti anak pada umumnya,” ungkap Panji.
Semasa sekolah, Panji Logowo sering mendapati perundungan atau bullyan dari teman-temannya. Prilaku diskriminasi tersebut sempat membuatnya kesulitan beradaptasi dengan teman sebayanya.

Walau begitu, pria kelahiran 7 Mei 1997 ini tetap kuat dalam menjalani kehidupannya. Sempat ragu menjalani pendidikannya, sebagai anak berkebutuhan khusus, namun ia tetap optimis untuk gapai impiannya.
Justru, keterbatasan yang ia miliki, menjadi pemicu untuk selalu mengembangkan diri, aktif bersosialisasi maupun organisasi, sehingga dapat merubah persepsi masyarakat pada umumnya, bahwa semua manusia terlahir sama.

Seiring berjalannya waktu, Ia memutuskan untuk menjalani pendidikan di sekolah umum. Satu hal yang membuat ia tetap semangat, yaitu ingin membanggakan dan mewujudkan cita-cita keluarga.
Bukan cuma itu saja, Panji meraih gelar S1 lulusan terbaik atau cumlaude Universitas Jambi, bukanlah hal yang mudah, mengalami banyak liku-liku yang harus dilewati.
Sebagai anak penyadap karet dan berkebutuhan khusus, Ia pernah mengalami cemoohan dari teman sebayanya serta mengaku mengalami dampak psikologis bahkan sempat ingin berhenti sekolah, namun orang tuanya tetap mendukung dan mengusahakan biaya sekolah sampai kuliah.k
Tidak mau mengecewakan orang tua, dan selalu ingin berkompetisi, membuat ia aktif dalam berbagai kejuaraan lomba. Salah satunya pernah mewakili Jambi dalam lomba karya tulis ilmiah di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2014.
Catatan Prestasi:
Juara 1 Tingkat Provinsi OSN Karya Ilmiah 2013, 2014 dan 2015
Juara 3 Nasional OSN Karya Ilmiah Bandung 2013
Finalis OSN Karya Ilmiah -Lombok NTB 2014
Finalis OSN Karya IlmiahYogyakarta 2015
Penulis Buku Antologi Huru Hara
Pengurus kebahasaan dan Kesastraan IMABSII Wilayah Sumatera 2019 -2021
Delegasi Musyawarah
Rakorda IMABSII Bengkulu 2019
Delegasi Musyawarah
Rakorda IMABSII Riau 2019
Delegasi Musyawarah Rakorda IMABSII Sumsel Babel 2019
Lulus dengan Predikat Cumlaude
Calon Mahasiswa Pascasarjana MPBSI Unja
‘Gara gara Corona’ Perempuan Ini Tangkap Basah Suami Selingkuh dengan Ibunya
Punya Istri Cantik dan Kaya, Pak Guru PNS Ini Malah Menderita Lahir Batin
Mereka yang Bertarung Melawan Covid-19 dan Berhasil Sembuh, Keluarga Jadi Motivasi Lewati Masa Krit
Kompol Fahrul Sudiana, Kapolsek Nekat Langgar Maklumat Kapolri, Usai Resepsi Langsung Dimutasi
Tenaga Medis Diinapkan di Hotel Standar VIP, Ketua RT Buat Bilik Semprot Disinfektan
Dokter M. Budi Hidayat yang Sembuh dari Covid-19; Manajemen Stres Jadi Obat Mujarab