JAMBIPRIMA.COM, MUARA TEBO - Wakil Bupati Tebo Syahlan, SH menyampaikan, keberadaan pasar tradisional merupakan salah satu indikator ekonomi masyarakat di suatu daerah. Dengan masih hidupnya pasar tradisional akan memberikan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Hal itu disampaikan Wabup ketika membuka acara penyuluhan komunitas Pasar dalam rangka pelaksanaan Pasar aman berbasis komunitas di Pendopo, Kamis (1/7).

Namun demikian, kata Syahlan tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Tebo sangat heterogen. Dengan daya beli yang cukup tinggi tapi tetap memilih berbelanja di pasar tradisional ketimbang pasar modern, dengan alasan barang yang di jual lebih segar dan harga terjangkau.
Untuk melindungi konsumen, kepada komunitas pasar diperlukan pemahamannya. Sehingga peredaran bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin dan Pewarna Rhodamin B serta Kuning Metanil tidak ditemukan lagi di Pasar, pinta orang ke-2 di Tebo ini.

" Saya berharap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk terus meningkatkan jaringan pengawasan keamanan pangan bersinergi dengan instansi terkait di Kabupaten Tebo ", ungkap Wabup Syahlan dihadapan Komunitas Pasar yang dihadiri Kepala BPOM Jambi Ahmad Rafqi, S.Si, A.Pt, MKm dan Kadis Perindag Nurhasanah, SE (sr).
Mashuri Sampaikan Jawaban Pemerintah, Dari Pandangan Fraksi-Fraksi Dewan Terhadap APBD 2020
Hari Bhayangkara ke-75, 41 Personel Perwira dan Bintara Polres Merangin Naik Pangkat
DPRD Sungai Penuh Gelar Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Walikota dan Wakil Walikota
27 Anggota Jajaran Polres Muaro Jambi Dapat Kado Terindah di HUT Bhayangkara
HUT Bhayangkara ke-75, Wabup Merangin : POLRI Berperan Besar Bagi Negeri
Momen HUT Bhayangkara ke-75, Kapolres Merangin Minta Maaf kepada Masyarakat