JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI- Setelah mampu menjadikan kawasan Danau Sipin menjadi kawasan Ekowisata yang apik, Pemkot Jambi kedepannya juga akan menyulap kawasan di Kecamatan Danau Teluk dan Kecamatan Pelayangan menjadi lokasi pengembangan agrowisata.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Maulana saat membagikan bantuan kepada para petani gagal panen beberapa waktu lalu. Menurutnya, ide itu ditelurkan guna mengantisipasi alih fungsi lahan, dari pertanian ke perkebunan atau perumahan.
"Kita tidak ingin lahan pertanian yang ada ini semakin tergerus karena alih fungsi lahan. Kita akan pertahankan, salah satunya dengan agrowisata," kata Maulana.
Apalagi, dua kecamatan tersebut kerap dilalui oleh para pesepeda. Ide menarik ini juga untuk manarik perhatian para wisatawan di Kota Jambi, untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mencari gambaran baru tentang sisi lain yang mereka tak didapatkan di tempat asal mereka.
Salah satu caranya, disebutkan Maulana, yakni dengan memanfaatkan sejumlah lahan tidur yang ada di sana. Daya tarik agrowisata tidak semata-mata terletak pada dominasi lingkungan alam. Tetapi juga pada dimensi budaya lokal.
"Kita tahu kawasan Seberang ini memiliki budaya lokal yang kental, dan punya potensi pengembangan wisata religi," ujarnya.
Maulana mengatakan, kini sebaran agrowisata sudah ada ditiga kecamatan yaitu, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pal Merah.
"Mungkin bisa juga itu di kawasan Bagan Pete, sebab saya kemarin ada berikan bantuan sapi. Itu bisa dikembangkan sebagai eduwisata. Jadi anak-anak sekolah yang ingin mengetahui peternakan bisa datang ke sana," katanya.
Maulana menegaskan bahwa, alasan lain dikembangkannya agrowisata di kota Jambi, adalah karena kebutuhan pokok masyarakat kota Jambi masih dipasok dari daerah lain. Sehingga dengan pengembangan lahan tidur yang ada di kota Jambi ini, bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan warga Kota Jambi.
"Kita berharap pada Penyuluh Pertanian bisa memberikan edukasi yang baik kepada para petani. Sehingga produksinya meningkat dan waktu tanamnya menjadi lebih singkat, hal itu bisa berdampak pada kesejahteraan para petani itu sendiri," jelasnya.
Saat ini, di Kota Jambi ada sebanyak 520 hektare lahan pertanian. Jumlah itu tersebar di beberapa kecamatan. Jumlah itu pun setiap tahunnya selalu mengalami penurunan karena alih fungsi lahan.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amiruddin mengatakan bahwa perkiraan lahan tidur yang tidak dimanfaatkan di Kota Jambi ada sebanyak 50 hektare. Jumlah itu paling banyak berada di Kawasan Seberang. "Terus kita dorong supaya dimanfaatkan, jadi tidak dibiarkan terbengkalai," pungkasnya. (CR01)