Wawako Pinta Rumah Sakit Cek Peralatan

Mobilitas Warga Kota Jambi Terus Dipantau

Selasa, 18 Januari 2022 - 12:28:36 WIB - Dibaca: 319 kali

Foto: istimewa
Foto: istimewa ()

JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menghimbau kepada masyarakat untuk menahan atau mengurangi hasrat bepergian ke luar daerah. Pasalnya, meski kasus Covid-19 sudah mulai turun di Kota Jambi, tapi varian Omicron justru sedang naik di beberapa wilayah, khususnya Jakarta. 

"Arus pergerakan masyarakat, terutama yang melalui jalur udara terus kami pantau, dengan sistem yang sudah ada," kata Maulana.

Dia mengatakan, setiap orang yang bepergian melalui jalur udara, wajib mengisis e-HAC. Itu merupakan formulir yang wajib diisi oleh penumpang transportasi udara untuk mencegah penyebaran Covid-19. "E-HAC harus ditunjukkan kepada petugas kesehatan pada bandara tujuan atau kedatangan," katanya.

Selain itu, khusus pada area publik, dia meminta penggunaan aplikasi PeduliLindungi dengan vaksin dosis kedua untuk lebih diperketat. "Sekarang kita lebih ke arah preventif," ujarnya.

Kasus Covid-19 di Kota Jambi sendiri sempat hilang atau nol kasus. Namun, saat ini ada penambahan satu pasien lagi. 

"Tentu dengan menurunnya kasus ini, tenaga-tenaga kesehatan bisa melakukan recovery. Bisa memaintenance alat-alat kesehatan yang selama ini mungkin rusak atau tidak bisa dipakai. Silahkan di cek lagi, ventilator, oksigen, dan lain-lain," katanya.

Menurutnya, khusus untuk rumah isolasi Mandiri seperti Graha Lansia, nantinya Jika dalam waktu 3 bulan ke depan tidak ada penambahan kasus, maka gedung tersebut akan dikembalikan fungsinya seperti semula. Karena saat ini para lansia sudah mulai aktif berkegiatan. "Selaku Komda Lansia, nanti saya akan berkirim surat ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Apakah sudah boleh digunakan untuk kegiatan lansia kembali," ujarnya.

Sementara untuk ruangan-ruangan di Rumah Sakit, yang selama ini digunakan untuk pasien Covid-19, sementara ini belum bisa digunakan untuk umum.

"Keputusan tetap ada di Satgas. Nanti kami akan rapat lagi, akan kami putuskan. Tentu Kami juga akan melihat tren kasus, baik di kota Jambi, di Kabupaten Tetangga maupun provinsi Tetangga seperti Sumsel, Riau, terutama Jakarta. Mobilitas masyarakat tentu masih banyak ke wilayah-wilayah itu," katanya.

Kata Maulana jika secara nasional kasus sudah turun dan Satgas nasional sudah mencabut status darurat, maka ruangan-ruangan yang selama ini dipakai untuk penanganan Covid-19, bisa digunakan untuk yang lain. "Kalau belum ada, itu rumah sakit tetap stand by termasuk ruang-ruang isolasi," katanya. 

Sementara itu, berdasarkan rilis Diskominfo Kota Jambi, pada Minggu (26/1), tercatat Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Jambi sampai tanggal 16 Januari 2022 berjumlah 9.823 orang.

"Penambahan 0 orang pasien kasus terkonfirmasi positif pada hari ini (Minggu, red)," ujar Kadis Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar dalam rilisnya.

Kata dia, dari jumlah itu, sebanyak 9.482 orang dinyatakan sembuh dan 340 orang pasien meninggal. "Tersisa kasus aktif sebanyak 1 orang pasien dalam pengawasan," pungkasnya. (CR01)

 





BERITA BERIKUTNYA