Harga cabai Rawit Naik Capai Rp70 Ribu Per Kilogram

Jumat, 03 Juni 2022 - 12:14:38 WIB - Dibaca: 2118 kali

Salah satu pedagang di pasar tradisional kota jambi (Foto: ist)
Salah satu pedagang di pasar tradisional kota jambi (Foto: ist) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Masyarakat Kota Jambi mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Jambi. Beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan signifikan antara lain adalah sayuran, dan cabai. Kenaikan sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan ini.

Seperti yang terpantau di Pasar Tradisional Aurduri, Kota Jambi, komiditi yang harganya melambung tinggi diantaranya, cabai rawit Rp70 ribu per Kg, cabai merah Rp60 per Kg. Sementara untuk harga sayuran seperti bayam, kangkung mencapai Rp5 ribu per ikat. Biasanya sayur mayur tersebut dijual Rp5 ribu untuk 2-3 ikat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Yon Heri saat dikofirmasi terkait melambungnya harga kebutuhan pokok tersebut, mengatakan, bahwa komoditi yang dijual di Kota Jambi tersebut dipasok dari daerah luar.

Seperti cabai sebut Yon Heri, itu dipasok dari Pulau Jawa, Brebes dan Bengkulu. Sementara sayuran dipasok dari Sumatera Barat dan sebagian dari Kerinci.

“Apakah ada faktor gagal panen di beberapa produsen. Itu bisa saja,” kata Yon Heri, Kamis (2/6).

Yon Heri mengatakan, situasi pasar di Kota Jambi tidak terjadi peningkatan kebutuhan, karena memang bukan momen hari-hari besar.

“Kita memang selama ini pasokan dari luar daerah lancar terus,” tambahnya.

Dia mengatakan, untuk intervensi terkait harga kebutuhan pokok tersebut juga sulit. Karena intervensi hanya bisa dilakukan oleh Bulog, sementara bulog tidak mempunyai komoditi seperti cabai dan sayuran itu.

“Untuk intervensi kita punya keterbatasan. Kita hanya bisa intervensi melalui Bulog, namun Bulog juga tidak mempunyai komoditas seperti cabai, dan sayur. Harga komoditi ini memang berfluktuasi, tapi biasanya naik tidak lama. Penyebab naik biasanya karena ada tempat produsen yang gagal panen, kemudian produsesn membuka hubungan bisnis dengan tempat lain,” katanya.

Sementara itu, mengenai harga minyak goreng dipasaran yang dibanderol Rp14 ribu per liter juga belum menunjukkan tren penurunan. Yon Heri mengatakan jika ia memang mengetahui hal tersebut dari pemberitaan media nasional.

"Iya tahu, cuma baca dari berita saja. Pers rilis yang sampai ke Perindag Kota Jambi belum ada," ujarnya.

Namun meskipun belum ada pers rilis, Yon Heri mengatakan jika Perindag Kota Jambi akan tetap memonitor.

"Kita tidak bisa tindak lanjuti karena pemberitahuan ke kita langsung belum ada," katanya.

Karena dicabut subsidi, Yon Heri mengatakan tidak bisa memantau HET. "Kalau subsidi pemerintah tidak bisa mengawasi lagi, serta kemungkinan produksi akan meningkat karena tidak ada HET lagi," imbuh Yon Heri.

Kemudian dikatakan, untuk harga dipasarannya sendiri ia mengatakan jika masih dengan harga normal yakni Rp15 Ribu per liter.

Sementara itu, Pedagang Minyak Curah di Pasar Angso Duo Jambi, Fifit mengatakan saat ini harga minyak goreng curah yang ia jual masih Rp15 Ribu perliter. "Masih lima belas ribu," ujarnya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA