Dialog Mahasiswa UIN STS Jambi dalam Menjadi Mentor Perubahan

Kamis, 23 Juni 2022 - 16:43:44 WIB - Dibaca: 222 kali

Mahasiswa UIN STS Jambi bersama narasumber (foto: ist)
Mahasiswa UIN STS Jambi bersama narasumber (foto: ist) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI  - Sebagai kaum terpelajar dan terdidik, mahasiswa merupakan kelompok besar yg keberadaannya sangat di perhitungkan. Terlebih lagi mahasiswa UIN STS JAMBI yg merupakan perguruan tinggi islam dengan kalkulasi mahasiswa terbanyak di provinsi Jambi. 

Interaksi mahasiswa dimasa pandemi sangat terbatas sekali, mulai dari aktifitas akademis dilaksanakan dengan virtual, dan bahkan aksi-aksi jalanan di rasa kurang produktif dimasa pandemi. Namun semua itu terjawab oleh DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) UIN STS JAMBI.  Setelah covid reda dan interaksi mulai secara langsung maka DEMA menggelontorkan sebuah program dialog yang sangat kren dan relevan dengan suasana kemahasiswaan hari ini.

Kegiatan dialog interaktif tersebut diberi nama "MLC" (Mahasiswa layers Club). Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh daerah, pejabat pemerintah, politisi, dan pemangku jabatan publik lainnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mempertemukan langsung sang agen perubahan dengan para pemangku kebijakan. Inilah merupakan arah baru dari pergerakan mahasiswa.

Rabu malam, tanggal 22 juni 2022 kegiatan dialog MLC tersebut dilaksanakan di wiltop hotel dengan tema "menikmati bonus demografi dalam demokrasi" turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh-tokoh muda provinsi jambi, diantaranya : Arsaniadil Fajri (Wakil Ketua DPW NASDEM Provinsi Jambi), Iqbal Linus (Ketua KNPI Provinsi Jambi), Rendra Ramadhan Usman (Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Tanjabtim-Tanjabbar), dan Tokoh Ansor Provinsi Jambi sekaligus domisioner Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi yaitu Awang Azhari. 

Diskusi berjalan hangat yg berlangsung selama hampir kurang lebih 3 jam, dalam pembahasannya semua pembicara dalam acara tersebut mengakui bahwa kegiatan tersebut merupakan trobosan baru yang sangat elegan dari DEMA UIN STS Jambi. 

"kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka menyongsong bonus demografi yg akan benar-benar terjadi pada tahun 2045 kaum muda harus mampu berliterasi dengan baik dan sanggup menjadi penggagas ide-ide kreatif setelah lulus kelak" kata Awang Azhari.

Jika kita tidak terlibat dalam perpolitikan dan kita tidak mengambil sikap dalam percaturan politik apalah arti dari bonus demografi itu sendiri" kata Arsaniadil Fajri.

Ia menegaskan agar mahasiswa tidak mengambil jarak yg begitu jauh dengan partai politik agar supaya pemangku kebijakan benar-benar dapat di kontrol oleh sang agen perubahan.

"Mahasiswa dan kaum muda hari ini harus membuka pikiran dan membuka diri terhadap kenyataan bahwa di tangan kitalah nahkoda bangsa ini" kata Iqbal Linus. 

Tidak ketinggalan, Rendra Selaku anggota DPRD Provinsi jambi juga mengatakan :"kurangnya interaksi antara rakyat kaum muda dan masyarakat pada umumnya dengan wakil-wakilnya di parlemen akan mengakibatkan mis komunikasi dan berujung pada krisis kepercayaan.

 Dalam diskusi MLC rabu malam tersebut tidak terasa waktu 3 jam berlalu, Oki Purnama selaku penggagas kegiatan tersebut sekaligus Mentri Luar Kampus DEMA UIN STS Jambi menyatakan "saya merasa senang kalau waktu terasa kurang, berarti jalan nya diskusi berlangsung hangat dan menarik". Ia juga berharap agar kedepannya kegiatan tersebut akan terus berlangsung dan menjadi warisan dari generasi ke generasi.

Di Closing Stetement Iqbal Dinata menyatakan "ini merupakan langkah baru dari pergerakan mahasiswa, namun bukan berarti juga aksi jalanan tidak perlu, melainkan aksi jalanan merupakan benteng terakhir yg akan meledak luar biasa tatkala komunikasi yang kami lakukan mengalami kebuntuan" tegas sang presiden mahasiswa UIN STS Jambi tersebut yg kerap di gelar dengan sebutan "SANG NAHKODA"





BERITA BERIKUTNYA