JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Sebanyak 520 hektare lahan pertanian di kota Jambi mulai ditanami padi. Bulan Juni-Juli merupakan periode masa tanam para petani di Kota Jambi. Sebab, jika lewat dari bulan itu, ditakutkan nanti pada saat panen justru terkena banjir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Amiruddin mengatakan kondisi cuaca sangat menentukan keberhasilan petani padi, karena sistem tanam padi di Kota Jambi menggunakan metode tadah hujan.
Amir mengatakan, lahan sawah di Kota Jambi seluas 520 hektare itu tersebar beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Pelayangan dan Kecamatan Danau Teluk
“Hanya di 4 kecamatan itu. Kalau kecamatan lainnya kita tidak ada lahan sawah,” kata Amir.
Petani padi di Kota Jambi kata Amir, dibekali benih padi oleh pemerintah melalui APBN untuk lahan seluas 300 hektare.
“Itu tentu masih kurang. Tapi kita juga ada dibantu Pemerintah Provinsi Jambi benih untuk 50 hektare lahan. Sisanya untuk kebutuhan benih dilakukan swadaya dari para petani,” katanya.
Dia menyebutkan, tanaman padi di Kota Jambi diperkirakan masuk masa panen pada September mendatang. Dalam targetnya setiap hektare lahan bisa panen 5 ton padi.
“Kalau tahun lalu kita terkena banjir. Tapi ada juga yang dapat 4.8 ton per hektare,” sebutnya.
Lahan petani padi di Kota Jambi kata Amir, masih menggunakan sitem tadah hujan. Diharapakan kondisi cuaca pada 2022 ini bisa bersahabat dengan petani padi, sehingga menghasilkan panen yang maksimal. (CR01)
Waka DPRD Merangin Sebut Surat Lisan Gubernur Jambi Tak Jelas
5 Kades Marga Serampas Datangi DPRD Sampaikan Mosi Tak Percaya Terhadap Sekda Merangin
Kades Mangun Jayo Sambut Kedatangan Cucu Sultan Thaha Syaifuddin
Polres Muarojambi Ikut Upacara HUT Bhayangkara Bersama Presiden Secara Virtual
Capaian Vaksinasi Tertinggi, Kapolsek Marosebo Terima Penghargaan